MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sukri Tamma menilai, Ilham Arief Sirajuddin punya kans kuat untuk diusung Partai Golkar di Pilgub Sulsel 2024. Sukri menyebut, magnet politik IAS masih sangat diperhitungkan.
"Pak Ilham sampai sejauh ini masih cukup punya daya tarik yah, meskipun barangkali tidak lagi sekuat ketika masih jadi wali kota. Tapi paling tidak pengaruh itu masih kuat," terang Sukri kepada PEDOMANMEDIA, Selasa (20/2/2024).
Hanya saja kata Sukri, IAS harus melewati banyak fase untuk bisa meraih rekomendasi Partai Golkar. Menurutnya, IAS bukan satu-satunya figur di partai beringin saat ini.
"Ada beberapa figur yang berpotensi didorong Golkar. Calon-calon itu juga sudah mendapat surat tugas. Jadi ini tantangan bagi IAS," ujar Sukri.
Sejumlah kader Golkar mengemuka menjadi bakal calon Gubernur Sulsel. Nama-nama itu sudah beredar sejak Desember tahun lalu.
Mereka di antaranya mantan Wali Kota Parepare Taufan Pawe, politisi senior Golkar Nurdin Halid dan Bupati Lutra Indah Putri Indriani. Satu figur alternatif juga masuk radar Golkar yakni Bupati Gowa Adnan Purichta.
Secara geopolitik, IAS dipandang cukup menjanjikan. Pertama kata Sukri, dia masih memiliki basis suara riil. Kedua, IAS memiliki koneksi politik di Golkar. Baik dari DPD II, DPD I hingga ke DPP.
"Tapi tentu saja jalan IAS tidak mudah. Ia harus melewati beberapa syarat agar menjadi 01. Satu diantaranya ialah mencari koalisi agar dukungan suara itu cukup," jelas Sukri.
Setelah itu, IAS harus melakukan pembicaraan lanjutan dengan pihak-pihak tertentu.
"Termasuk nanti barangkali akan mengajak siapa yang akan berkoalisi bagaimana menentukan pasangannya nanti kira-kira," jelasnya.
Sukri melihat IAS bisa lebih mudah menggaet parpol koalisi. Sebab ia punya rekan jejak politik yang sudah sangat mapan.
"Wali Kota Makassar dua periode, pernah menjadi calon Gubernur meskipun waktu itu kalah bersaing yah dengan pak Syahrul Yasin Limpo ketika itu. Waktu itu juga orang masih melihat bahwa pertarungannya sangat sengit," ungkapnya.
IAS maju di Pilgub Sulsel 2013 berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar. Waktu itu ia berhadapan dengan pasangan petahana Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang.
Meski kalah, IAS-Aziz meraup suara signifikan. Ia mampu membukukan 2 juta lebih suara. Selain itu, IAS juga memenangkan hampir setengah dari jumlah kabupaten kota di Sulsel.
IAS meraup suara signifikan di 4 daerah. Di antaranya, Kabupaten Bone, Enrekang, sebagian Luwu Raya serta Wajo.
Sukri menilai, basis geopolitik IAS masih cukup terjaga. Karena itu ia yakin, Golkar akan mempertimbangkan IAS sebagai figur utama yang akan didorong di Pilgub 2024.
Sukri juga menilai, pernyataan eksplisit IAS untuk maju di Pilgub sejak tahun lalu berdampak pada kantong kantong elektoralnya.
"Artinya nilai jualnya masih ada. Sehingga kemudian yah tentu akan kita liat perkembangan ke depan bagaimana pak Ilham bisa menggapgred image-nya agar bisa menjadi calon terbaik atau calon yang paling mungkin untuk di usulkan Partai Golkar," pungkasnya.
Sementara itu IAS yang dihubungi terpisah masih enggan berbicara banyak tentang kontestasi Pilgub Sulsel. Ia mengaku akan menunggu sampai seluruh rangkaian Pileg selesai.
"Bismillah," ucapnya singkat.
Kata IAS, internal Partai Golkar hingga kini masih fokus mengawal suara hasil pemilihan anggota legislatif (Pileg).
"Kita fokus caleg dulu," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Sudirman-Fatma Siapkan Bukti Bantu KPU Hadapi Gugatan Danny-Azhar di MK
-
Pengamat: Gugatan DIA dan INIMI ke MK Hanya untuk Menutupi Kehancuran Elektoralnya
-
Idris Manggabarani Sampaikan Pesan Prabowo ke Sudirman-Fatma: Kerja untuk Rakyat!
-
Sudirman-Fatma Siap Rangkul DIA, Wujudkan Sulsel Maju dan Berkarakter
-
Pesan Danny-Sudirman Usai Pilgub: Tetap Damai, tak Boleh Ada Gesekan