APK Caleg dan Parpol Berserakan di Makassar Jadi Sorotan Pemerhati Lingkungan
Padahal jelas peraturan jauh hari sebelum Pemilu harusnya banner atau baliho sudah diangkat.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerhati lingkungan Makassar, Sulkia Reski, menyoroti baliho atau banner calon legislatif (Caleg) yang seharusnya dibersihkan namun berserakan di pinggir jalan, Senin (12/02/2024).
Menurut Sulkia Pemerintah Kota (Pemkot) mengabaikan hal ini untuk memberikan teguran kepada peserta Pemilu yang tidak bisa menjaga kondisi lingkungan untuk tetap bersih.
"Sebenarnya kalau provinsi atau daerah kasih himbauan begitu dan mereka tidak tegas, biasanya kan parpol-parpol mereka ada pelaksana-pelaksana sendiri, ada panitia, siapa yang urus masalah publikasi dan macam-macam," ujar Sulkia, kepada PEDOMANMEDIA, Senin (12/02/2024).
Dikatakan Sulkia, parpol agak nakal dalam pemasangan baliho, yang tahunya hanya memasang tetapi tidak memperhatikan estetika dan kebersihan kota. Padahal jelas peraturan jauh hari sebelum Pemilu harusnya banner atau baliho sudah diangkat.
"Saya pikir Parpol tanda kutip agak nakal, karena jelas-jelas peraturan kan memang sekian hari sebelum Pemilu harusnya diangkat memang semua APK itu, " kata Sulkia.
Kepada PEDOMANMEDIA Sulkia mengatakan jika Pemkot bisa dibilang tidak terlalu keras menangani masalah ini.
"Tapi bisa dibilang Pemkot atau Pemda juga tidak terlalu keras, saya sih harusnya kalau kayak begitu di hari H semua baliho-baliho dan banner-banner di cabut, kenapa tidak gerakkan saja Satpol PP kan mereka punya tugas itu, untuk ketertiban masyarakat kota," ucap Sulkia.
Kata Sulkia, baliho-baliho tersebut sudah seharusnya diangkut oleh Satpol PP dan Bawaslu, tidak perlu takut dengan pihak Parpol. Apalagi sekarang sudah masuk masuk tenang, dimana sudah seharusnya sudah tidak ada lagi APK yang berserakan di jalan-jalan.
"Tindaklanjuti saja tidak usah takut sama siapapun, parpol siapa yang mau marah toh ini peraturan daerah, ini peraturan kota, ini kota punya kita, dan ndak enak ki dilihat kalau hampir mi Pemilu dan masih ada bertebaran dimana-mana dan masih belum pi dibersihkan," tutup Sulkia.
