Partai Buruh Ajukan Syarat Dukung Capres: Berani Cabut Omnibus Law!
Dia juga menyinggung tak ada pihak dari ketiga paslon yang mendukung massa buruh saat demo besar akhir tahun lalu.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, Partai Buruh masih enggan menjatuhkan pilihan pada salah satu pasangan capres-cawapres. Alasannya, dari 3 pasangan belum ada yang berani meneken kontrak politik untuk mencabut UU Omnibus Law.
"Kita melihat tiga capres ini masih sebatas retorika. Belum ada yang berani tanda tangan kontrak politik untuk mencabut omnibus law," ungkap Said saat menggelar kampanye nasional di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8/2/2024).
Said Iqbal mengungkapkan, saat ini Partai Butuh lebih fokus menjaga suara di Pileg agar bisa bertahan di angka 4,7%. Ia juga menyebut, Pilpres memungkinkan berlangsung dia putaran.
"Ada tiga alasan. Pertama, survei internal Partai Buruh menunjukkan terjadi 2 putaran. Karena dia dua putaran, maka kami mengajukan alasan kedua. Adakah yang mau kontrak politik terhadap Partai Buruh? Cabut omnibus law, bukan retorika," jelas Said Iqbal.
"Kalau retorika kami tahu, oleh karena itu, cabut omnibus law, kontrak politik tertulis, si capres-cawapres mengumumkan terbuka. Tidak ada satu pun yang hari ini berani melakukan kontrak politik," sambungnya.
Namun dia menjelaskan putaran kedua akan sangat menentukan. Dia pun menjamin capres-cawapres yang mendukung Partai Buruh akan menjadi pemenang Pilpres 2024.
"Putaran kedua adalah putaran penentu, capres yang akan mendukung partai buruh pasti akan menang, Insyaallah," ucapnya.
Dia juga menyinggung tak ada pihak dari ketiga paslon yang mendukung massa buruh saat demo besar akhir tahun lalu.
"Ketika kami memblokade jalan-jalan, kami jutaan orang turun tanggal 30 November 2023 tidak satu pun capres yang mendukung perjuangan partai buruh," ucapnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
