Rabu, 31 Januari 2024 22:38

Eks Bendahara RSUD Lakipada Natalia Tepis Sekda Tator Soal Mutasi Dirinya ke Pelosok: Saya Korban Politik

Eks Bendahara RS Lakipada, Natalia Pamarruan/Ist
Eks Bendahara RS Lakipada, Natalia Pamarruan/Ist

Natalia menyebutkan jika mutasi dirinya itu tidak mendapatkan pemberitahuan

TATOR, PEDOMANMEDIA - Eks Bendahara RSUD Lakipada, Natalia Pamarruan yang dimutasi ke pelosok menepis pernyataan Sekda Tator, Rudhy Andi Lolo, yang menyebut dirinya sudah tidak difungsikan lagi di RSUD Lakipada sebagai mana mestinya.

"Kalaupun dokter Rudhy bilang di media saya sudah tidak difungsikan lagi di RS itu tidak benar, selama ini boleh ditanyakan kalau saya memang tidak berfungsi di RS," ujar Natalia, kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (31/01/2024).

Natalia menyebutkan jika mutasi dirinya itu tidak mendapatkan pemberitahuan dan konfirmasi, SK mutasi tersebut tiba-tiba muncul.

Baca Juga

"Tidak ada sama sekali pemberitahuan, tiba-tiba keluar SK mutasi saya yang tidak ada konfirmasi sama sekali ke saya tentang SK itu, tidak ada penyampaian, pokoknya tidak ada sama sekali penyampaian dan SK itu tiba-tiba muncul itu pun saya terima SK itu di hari Senin tanggal 29 Januari," kata Natalia dengan heran.

Dikatakan Natalia, dirinya mendapatkan SK tersebut dari teman kepegawaian dan bukan langsung dari pimpinan.

"Teman dari staf kepegawaian yang kasih, kemudian saya dipanggil duduk di lobby RS di tempat ruang penerimaan tamu na bilang ibu nata ini ada surat titipan ta dari BKAD dalam bentuk kertas, kubilang apa ini kemudian saya baca, terus saya kaget ada apa kenapa saya tiba-tiba dimutasi," beber Natalia.

Dirinya juga sempat melakukan konfirmasi ke BKAD, dan mendapatkan fakta bahwa hanya dirinya yang dimutasi ke pelosok daerah.

Tak hanya itu, dirinya juga telah mempertanyakan alasan mutasinya ke Direktur RS Lakipada (dokter Farma) namun mendapatkan jawaban bahwa pimpinannya juga tidak mengetahui alasan stafnya dimutasi.

"Saya konfirmasi ke BKAD apakah ada pegawai lain yang dimutasi tapi ternyata tidak ada tiba-tiba saya yang di mutasi yang notabene secara ilmu saya itu memang harusnya di Rumah Sakit (RS). Saya sempat tanya dokter Farma kenapa saya dimutasi tapi dia tidak tahu alasan apa saya dimutasi, mutasi itu pak pasti pimpinan itu tahu dan otomatis saya harus ditanya bersedia kah anda dimutasi disini, tidak ada angin tidak ada hujan mendadak sekali,"

Lanjut Natalia mengatakan jika dirinya selama ini tidak melakukan kesalahan-kesalahan fatal, selama bekerja. Dirinya merasa sebagai korban politik

"Selama ini saya sebagai ASN tidak pernah melakukan pelanggaran tidak pernah terjadi, saya ini merasa korban politik kemungkinan besar karena mutasi ini dilakukan disaat mendekati Pileg," tutup Natalia.

 

Penulis : Nober Salamba
Editor : Rahma Amin
#Sekda Tator Rudhy Andilolo #RS Lakipada #Pemda Tator
Berikan Komentar Anda