MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulsel, Salehuddin mengungkapkan, utang Pemprov Sulsel di tahun 2023 kemungkinan mencapai Rp1,5 triliun. Angka ini turun dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp1,8 triliun.
"Tapi angkanya belum fix (Rp1,5 triliun). Baru perkiraan. Kita masih tunggu penghitungan BPK," terang Salehuddin kepada wartawan, Jumat (19/1/2024).
Menurutnya, utang 2023 mengalami penurunan karena beberapa kebijakan keuangan telah ditempuh oleh Pj Gubernur. Meski belum memastikan jumlah utang 2023, namun Salehuddin mengestimasi akan banyak penurunan.
"Kalau yang dulu-dulu kan Rp1,8 triliun. 2023 ini nanti kita lihat karena belum pi ada hasilnya," ujar Salehuddin.
Salehuddin mengklaim angka Rp1,5 triliun yang menjadi estimasi pihaknya tidak akan naik. Bahkan ia prediksi berkurang.
"Tidak, malah mungkin berkurang kan sudah ada langkah-langkah yang diambil oleh Pak Pj menekan belanja, menekan utang. Mudah-mudahan berkurang kita lihat nanti," katanya.
Diungkapkan Salehuddin, ada 2 dinas yang mempunyai utang yang cukup besar kepada pihak ketiga. Keduanya yakni Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, dan Dinas SDA.
"Dinas Bina Marga saya tidak tahu berapa. Rp200-an lah (Rp200 miliar). Kalau SDA tidak terlalu banyak," beber Salehuddin.
Ia mengungkapkan, utang tetap menjadi prioritas untuk diselesaikan. Pihaknya kini sisa menunggu hasil LHP BPK.
"Ada yang prioritas karena memang sudah keluar SP2D-nya namun gagal dibayar. Ada yang SP2D terbit, yang tidak sempat dibayarkan itu, triwulan 1 dibayarkan," tutup Salehuddin.
BERITA TERKAIT
-
Bicara di Depan 5 Menteri, Gubernur Sudirman Paparkan Keberhasilan Sulsel Tangani ATS
-
Bantu Pemulihan RSUD Syekh Yusuf Gowa, Pemprov Sulsel Suntik Rp1 M
-
Update Proyek Infrastruktur Sulsel: Ruas Panciro-Batas Makassar Sudah 83,35%
-
Tren Investasi Membaik, Sulsel Targetkan Rp22 Triliun di 2026
-
Sulsel Raih Penghargaan Terbaik 1 Creative Financing Regional Sulawesi 2026