Senin, 15 Januari 2024 23:02

Dituduh Kampanye Menangkan Capres Tertentu, Sekda Takalar: Saya Kutip Pernyataan Presiden

Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Hasbi/Ist
Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Hasbi/Ist

Ia mengaku tidak ada niat dan maksud dirinya mengajak untuk memilih pasangan calon melalui visi misi kandidat

TAKALAR, PEDOMANMEDIA- Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Hasbi memberikan klarifikasi  terkait pemberitaan yang beredar di publik tentang dukungannya terhadap capres-cawapres tertentu, Senin (15/1/2024).

Hal ini sekaitan dengan hebohnya sambutan Sekda Takalar,  Muhammad Hasbi di jagad maya yang mengutip janji Presiden RI, Joko Widodo untuk membuka formasi CPNS sehingga dianggap mengkampanyekan paslon tertentu.

Sekda Takalar, Hasbi akhirnya menjelaskan bagaimana sambutan yang dipahami sebagai bentuk kamapanye untuk kandidat tertentu itu yang kemudian viral di media sosial, telah salah diartikan oleh publik

“Jadi begini, sambutan saya tersebut terjadi pada 10 Januari 2023 pada acara Rembuk Guru Kabupaten Takalar. Seluruh guru hadir, baik guru PNS, PPPK dan honorer. Ada tanya jawab di situ yang kemudian berkembang menjadi diskusi.”kata Hasbi

Ia menambahkan bahwa para guru honorer mempertanyakan kebijakan pemerintah yang belum mengangkat mereka menjadi PPPK padahal sudah mengabdi bertahun-tahun.

“Jadi ada sorotan terhadap belum diangkatnya seluruh guru honorer. Jadi saya jelaskan mengenai postur APBD kita yang tidak mampu menjamin ketersediaan anggaran untuk gaji PPPK jika ditambah. Disitulah saya kutip pernyataan bapak Presiden yang berkomitmen mengangkat jutaan CPNS pada masa mendatang,"ungkapnya.

Ia mengaku tidak ada niat dan maksud dirinya mengajak untuk memilih pasangan calon melalui visi misi kandidat, semata kata dia yang disampaikan adalah program presiden. Dirinya menegaskan bahwa ada pihak yang memenggal potongan video dalam diskusi, sehingga menyebabkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Jadi saya menyesalkan peristiwa ini. Jika anda hadir langsung, maka akan paham alur diskusi itu. Rasanya Ada tangan-tangan jahat yang mencoba merusak stabilitas daerah ini pada tahun politik 2024. Kita semua sudah mengikuti deklarasi netralitas ASN. Dan sekedar catatan, acara itu dihadiri Ketua DPRD Takalar yang berasal dari partai PKS yang merupakan pengusung pasangan Capres. Jika betul saya mengkampanyekan capres lain, beliau yang pertama kali akan mencak-mencak di acara itu.”kunci Hasbi.

Pejabat jebolan Jatinangor tersebut berharap agar polemik ini segera diakhiri dan kembali menjaga suasana sejuk jelang pencoblosan Pemilu 2024.

Komisioner Bawaslu Takalar, Zahlul Padil mengungkapkan pihaknya mulai turun tangan untuk menelusuri dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut.

"Ini belum, jadi laporan tidak ada, cuma inikan viral, makanya kami sekarang masih di kantor semua segera membentuk tim penelusuran. Jadi kita akan telusuri dulu sebelum jadi temuan," ungkap Zahlul.

Koordinator Devisi Hukum Pencegahan Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) ini melanjutkan, pihaknya belum menetapkan kasus ini sebagai temuan.

"Kita belum jadikan temuan, cuma kita akan telusuri siapa-siapa yang ada di dalam. Inikan video baru bukti petunjuk, makanya kita membutuhkan lagi bukti-bukti selanjutnya," paparnya.

"Makanya kami sementara mengumpulkan, membentuk tim penelusuran, mungkin dalam dua tiga hari kita ada perkembangan. Karena baru tadi malam didapat videonya," sambungnya.

 

Penulis : Suhardiman

Editor : Rahma Amin
#Joko Widodo #Bawaslu Takalar #Pilpres 2024
Berikan Komentar Anda