TOP SEPEKAN: Indonesia Lampu Kuning Krisis Pangan, Kejati Sulsel Bidik Tim 9 Pemkab Wajo
Amran Sulaiman menyebut Indonesia sedang di garis kuning krisis pangan.
WAJO, PEDOMANMEDIA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkunjung ke Kabupaten Wajo, Sabtu (13/1/2024). Amran secara terbuka mengungkap kondisi Indonesia yang tengah di ambang kekurangan pangan.
Kabar ini menempati rating teratas TOP SEPAKAN PEDOMANMEDIA, pekan ini. Disusul kabar soal pengembangan kasus skandal korupsi Bendungan Paselloreng yang mulai mengarah ke Tim 9 Pemkab Wajo.
Kami mengulasnya kembali.
Amran Sulaiman menyebut Indonesia sedang di garis kuning krisis pangan. Ini adalah alarm untuk segera berbenah agar bisa mengembalikan swasembada pangan RI seperti 3 atau 4 tahun lalu.
"Kondisi pangan di dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, termasuk Indonesia. Indonesia masuk negara dalam garis kuning, terancam kekurangan panga," ucapnya.
Menurut Amran, 2017 sampai tahun 2020 Indonesia swasembada pangan.
Kondisi ini harus dikembalikan dengan membenahi seluruh perangkat pertanian.
"Tiga tahun ke depan kita optimis sanggup mengembalikan Indonesia menjadi negara yang swasembada pangan," ujarnya.
Amran Sulaiman berjanji untuk membantu percetakan sawah baru di Kabupaten Wajo.
"Pak Bupati silakan ajukan ke Pak Dirjen untuk percetakan sawah," ujarnya.
Diketahui, Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Wajo menggunakan helikopter yang mendarat di Lapangan Merdeka Sengkang. Bupati Wajo Amran Mahmud bersama Forkopimda menjemput di Lapangan Merdeka dan bersama-sama ke lokasi acara yaitu Stadion Andi Ninnong.
Kunjungan kerja Amran Sulaiman di Kabupaten Wajo untuk menghadiri Temu Teknis Perkebunan. Ini adalah kunjungan perdana Andi Amran ke Kabupaten Wajo sejak dilantik kembali menjadi Menteri Pertanian oleh Presiden Jokowi.
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada Menteri Pertanian atas kunjungannya di Kabupaten Wajo.
"Selamat datang Bapak Menteri Pertanian di Kabupaten Wajo. Di awal pemerintahan saya tahun 2019 beliau berkunjung ke Wajo dan Alhamdulillah diakhir pemerintahan saya, kami kembali ketemu. Semoga membawa kemakmuran bagi Wajo dan provinsi Sulsel, " ucapnya.
Amran Mahmud menyebut Pertanian merupakan sektor unggulan yang dapat menggerakkan sektor ekonomi lainnya. Wajo mampu meningkatkan 23 persen hasil pertanian, tertinggi di Indonesia dengan produksi menghampiri 1 juta ton yaitu 954 ribu ton.
Ini menandakan, lanjut ketua Orari Lokal Wajo ini, para petani Wajo mampu menjadi pejuang kehidupan.
"Terima kasih setinggi - tingginya kepada Pak Menteri bersama jajaran Kementerian Pertanian yang terus memberikan semangat kepada petani khususnya perkebunan berkelanjutan di Wajo," jelasnya.
Ketua DPD PAN Wajo ini mengurai, luas areal pertanian di Kabupaten Wajo sekitar 101 ribu ha dan luas areal perkebunan 55 rb Ha. Perkebunan di Wajo membutuhkan atensi untuk meningkatkan produksi pertanian termasuk alat pertanian.
Ketua ICMI Wajo ini juga mengakui bahwa Amran Sulaiman adalah Pelopor pertanian yang membawa modernisasi pertanian di Indonesia. Diapun berharap kehadiran Menteri Pertanian menjadi momentum untuk membawa keberkahan bagi petani di Wajo.
"Semoga momentum ini menjadi ibadah dan membawa kemaslahatan bagi kita semua, "harapnya.
Skandal Korupsi Bendungan Paselloreng
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel saat ini tengah fokus merampungkan berkas perkara terkait skandal kasus korupsi pembebasan lahan Bendungan Paselloreng, di Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo. 6 tersangka siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.
"Saat ini tengah fokus rampungkan berkas 6 tersangka untuk proses pelimpahan berkas ke pengadilan," ucap Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi, Kamis (11/1/2024).
Ditanya soal kemungkinan adanya tersangka baru, Soetarmi enggan berspekulasi. Namun ia mengaku kemungkinan itu terbuka.
"Saat ini masih tengah fokus untuk kepada 6 tersangka yang telah ditetapkan. Soal itu (tersangka baru) tentu akan bergantung pada proses nanti," katanya.
Sebelumnya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tak menampik akan mendalami peran Tim 9 Pemkab Wajo dalam skandal korupsi pembebasan lahan Bendungan Paselloreng. Kejati menyebut, ada beberapa hal teknis yang didalami dari kapasitas Tim 9.
"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap Tim 9. Penyidik mendalami seputaran sepegetahuan terkait dengan masalah pembayaran ganti rugi lahan Bendungan Paselloreng," ujar Soetarmi.
Menurut Soetarmi, pemanggilan Tim 9 Pemkab Wajo masih dalam kapasitas sebagai saksi. Ada beberapa sisi yang ditelusuri penyidik untuk menguak peran-peran pihak lain dalam pembebasan lahan yang merugikan negara hingga Rp75 miliar itu.
"Karena kegiatan pembebasan lahan itu ada di wilayah Kabupaten Wajo, otomatis melibatkan Tim 9. Seperti kapasitasnya itu yang didalami," ucapnya.
Sebelumnya Kejaksaan Negeri Wajo Andi Usama Harun menegaskan, perkara ini masih memungkinkan menyeret tersangka baru. Ia juga mengakui kasus ini belum menyentuh semua pihak terkait.
Sebelumnya sejumlah aktivis mempertanyakan belum diperluasnya pemeriksaan. Sebab ada beberapa pihak yang sama sekali belum tersentuh.
Di mana sejauh ini Kejati Sulsel masih menetapkan sekitar 6 tersangka dan masih sebatas oknum pihak BPN Wajo dan 2 oknum kades di Kecamatan Gilireng.
"Kami harap ini ada penanganan yang lebih serius termasuk penanganan terhadap sejumlah pihak yang diduga ikut andil dalam kegiatan terkait dengan pembebasan lahan Bendungan Paselloreng Gilireng Kabupaten Wajo. Jangan berhenti dan sebatas 6 tersangka saat ini yang ditetapkan," ujar salah satu aktivis saat refleksi akhir tahun pekan lalu.
Menurutnya, ada kesan penetapan tersangka telah dilokalisir pada 6 orang. Sementara, ada pihak terkait yang diduga ikut menikmati aliran dana namun tak tersentuh.
Menanggapi hal ini, Andi Usama mengatakan, dalam kasus Bendungan Paselloreng tidak berhenti pada 6 tersangka. Pihaknya terus melakukan penelusuran siapa saja yang dianggap bertanggung jawab.
"Tidak menutup kemungkinan ini akan ada pihak pihak lain yang bakal diperiksa dan dimintai keterangan. Tidak menutup kemungkinan bisa jadi Tim 9 Pemkab Wajo juga akan diperiksa," jelasnya.
