Minggu, 07 Januari 2024 08:50

Sulsel Kucurkan KUR Rp30 Triliun Tahun ini, Bahtiar Sosialisasi ke Petani Luwu

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin bertemu Bupati Luwu Basmin Mattayang.
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin bertemu Bupati Luwu Basmin Mattayang.

Terkait budidaya pisang cavendish, Bahtiar mengungkapkan, juga telah tersedia KUR. Perbankan siap membiayai karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

LUWU, PEDOMANMEDIA - Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, meminta agar Bupati Luwu Basmin Mattayang membentuk tim untuk menyosialisasikan cara mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masyarakat. Saat ini ada KUR Rp30 triliun yang akan dikucurkan untuk masyarakat petani dan nelayan.

"Bapak Bupati berkenan untuk membuat tim, melibatkan kawan-kawan bank Himbara dan Bank Sulselbar untuk turun sampai level desa kelurahan untuk menyosialisasikan bagaimana masyarakat bisa mengakses KUR," pinta Bahtiar di sela silaturahmi dengan bupati, forkopimda Luwu di Rest Area Wisata Kuliner Kamanre, Sabtu, 6 Januari 2024.

Bahtiar menyampaikan, saat ini sedang melakukan upaya untuk melakukan percepatan akses keuangan daerah. Bahwa untuk membangun Sulsel tidak hanya melalui APBN dan APBD, tetapi juga menggerakkan dunia usaha, termasuk dengan bantuan KUR.

Baca Juga

"Rakyat kita tidak tahu, dan tidak pernah diberi tahu bagaimana cara mendapatkan KUR, faktanya itu," ungkap Bahtiar.

Bahtiar berharap, di tahun 2024 ini jumlah KUR yang disalurkan untuk ketahanan pangan minimal Rp30 triliun. Ini diharapkan beredar di masyarakat kecil dan dilakukan secara serius.

"Pasti akan bergerak ekonomi masyarakat, akan terjadi transaksi, kampung-kampung ramai, banyak keramaian di kecamatan dan desa karena transaksi berjalan, otomatis akan terjadi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan juga jalan," paparnya.

Terkait budidaya pisang cavendish, Bahtiar mengungkapkan, juga telah tersedia KUR. Perbankan siap membiayai karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Bahtiar menjelaskan, dengan harga dari contract farming yang dilakukan minimal Rp4.000 per kilogram misalnya, jika satu tandang beratnya 20 kg. Sehingga harganya per tandang Rp80.000. Sedangkan satu hektar dapat mencapai 2.000 pohon, sehingga untuk buah pertama saja menghasilkan Rp160 juta. Di tahun selanjutnya dapat menghasilkan Rp320 juta per hektar.

"Sekarang masyarakat tidak boleh lagi asal tanam. Tetapi harus punya nilai ekonomi, menghasilkan, dan kompetitif harganya," jelasnya.

Untuk diketahui, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, bersama Bupati Luwu Basmin Mattayang, juga melakukan penanaman perdana pisang cavendish di kawasan Rest Area Wisata Kuliner Kamanre ini. 

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel
Berikan Komentar Anda