Jukir Liar Meresahkan, Warga: Apa ji Kerjanya itu Perumda Parkir Makassar
Maraknya jukir liar dikeluhkan banyak pengguna jasa. Pasalnya, objek-objek tertentu yang harusnya bebas dari retribusi parkir, justru mereka manfaatkan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Direktur Umum (Dirum) Perumda Parkir Makassar Raya Rizal Azjahad Rahman mengaku enggan membahas masalah jukir-jukir liar saat ini. Menurutnya, parkir liar adalah problem lama yang tak perlu dibesar-besarkan.
"Apa itu saya tidak bersedia diwawancarai. Tidak bersedia ka diwawancarai, banyak mi berita kalau itu mau dimuat adek. Nanti saya kirim rilis beritanya," ujar Rizal saat ditanya soal maraknya parkir liar di beberapa objek di Makassar, Rabu (03/01/2024).
Menurut Rizal, ia tak mau berbicara banyak jika membahas soal parkir liar. Sebab kata dia, masalah itu sudah seringkali diangkat.
"Itu terus tiap hari beritanya. Jukir liar. Sama ji, begitu ji. Makanya saya tidak bersedia diwawancarai, karena itu ada ji beritanya terus tiap hari. Apa kami bikin, apa kami lakukan, tiap hari beritanya banyak ji," ketus Rizal.
Rizal mengaku sudah ada penanganan oleh tim mengenai jukir-jukir liar. Ia memastikan pihaknya tak pernah tinggal diam.
Namun Rizal tetap menolak memberi penjelasan mengenai penyebab sulitnya penertiban jukir liar. Ia mengaku akan memberi penjelasan nanti.
"Kan saya tidak bersedia diwawancarai, maksud ku saya ada berita yang kemarin terkait penanganan berita jukir liar yang ada komentarnya kita yang bisa saya kirim begitu. Nantipi saya kirim ke kita begitu, karena kan sama ji," tutup Rizal.
Maraknya jukir liar dikeluhkan banyak pengguna jasa. Pasalnya, objek-objek tertentu yang harusnya bebas dari retribusi parkir, justru mereka manfaatkan.
Para jukir liar hanya bermodalkan peluit. Mereka tak punya tanda pengenal. Apalagi tiket parkir.
Tarif yang mereka tetapkan juga terkadang melebihi ketentuan. Masyarakat menyesalkan Perumda Parkir Makassar karena tak mampu melakukan penertiban. Padahal, fenomena ini sudah berlangsung bertahun tahun.
Jukir liar di Makassar, dapat ditemukan di tempat-tempat yang ramai seperti Indomaret, tempat makan di pinggiran jalan, tempat perbelanjaan (toko kelontong, di depan mal), pasar dan bahkan di gerai ATM.
"Ini meresahkan sekali karena sepertinya yang jukir liar itu preman preman ji semua. Herannya, kenapa ini PD Parkir kayak tidak terusik. Malah diam-diam saja," ujar Wanda salah seorang warga Makassar.
Wanda pun mempertanyakan tanggung jawab Perumda Parkir Makassar sebagai leading sektor.
"Jadi apa ji kerjanya itu Perumda Parkir. Cuma pungut retribusi saja. Ini menurut saya keliru. Perumda Parkir pungut retribusi dari kami tapi dia tidak bisa memberi pelayanan yang baik. Harusnya ini dievaluasi wali kota," ketua Wanda.
