Muh. Syakir : Senin, 01 Januari 2024 15:21

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar malam Refleksi Akhir Tahun 2023 di Pelataran Ininnawa, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu, 31 Desember 2023. Malam refleksi menjadi momen pemprov memaparkan sejumlah capaian di 2023.

Hadir Penjabat Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muhammad Arsjad, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel, dan seratus anak panti asuhan dari Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Arsjad mengatakan banyak rangkaian peristiwa dan kejadian yang telah dialami dalam perjalanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selama setahun di 2023. Perjalanan ini bisa menjadi renungan dalam menjalankan pemerintahan di 2024.

"Di 2023 tentu banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita, dalam lingkungan kerja, dalam lingkungan keluarga. Semua tentu harus kita ambil hikmahnya. Semua itu jadi rangkaian catatan dalam satu tahun ini. Semua peristiwa dan kejadian tentu bisa kita renungkan, bisa kita pikirkan untuk lebih baik ke depan," ucapnya.

Muhammad Arsjad pun mamaparkan sejumlah capaian yang diraih pemerintah provinsi di masa kepemimpinan Penjabat Gubernur Bahtiar Baharuddin. Ia menuturkan, selama empat bulan kepemimpinan Pj Gubernur, kerja keras seluruh aparat pemerintah provinsi telah menunjukkan hasil yang cukup impresif, cukup menggembirakan dan membanggakan.

Hal ini, lanjutnya, ditandai dengan pencapaian indikator makro yang telah diukur Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga nasional yang dipercaya untuk melakukan standarisasi secara kuantitatif terhadap kinerja suatu pemerintahan.

"Beberapa indikator itu, misalnya kemiskinan ekstrem. Kemiskinan ekstrem kita saat ini berada di bawah nasional. Kalau nasional di angka 1,1 (persen), kita berada diangka 1,0 (persen). Itu pencapaian yang cukup baik menurut kita. Kita lihat juga dari sisi pengangguran. Angka pengangguran kita dari 4,51 (Persen) di tahun 2022, Alhamdulillah di tahun 2023 kita pada posisi November kita berada di angka 4,33 (persen), ini juga suatu pencapaian yang cukup baik," ungkapnya.

Kemudian, kata Muhammad Arsjad, juga dilihat dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel yang tadinya 73,97 persen, sekarang di angka 74,60 persen. IPM ini menunjukan kualitas sumber daya manusia, yang diukur dari pendidikan, kesehatan, dan pendapatan perkapitanya.

Muhammad Arsjad menegaskan, pencapaian ini tidak akan ada artinya tanpa kerja keras, dukungan, dan kerja sama dari semua pihak terutama dari para OPD. Ia pun berharap agar di tahun 2024 seluruh aparatur pemerintah provinsi bisa meningkatkan kualitas kerja dengan lebih baik.