Tak Hanya Mati Lampu, KPU Bulukumba juga Simulasi Oknum 'Ngamuk' di TPS
Syamsul mengatakan, simulasi tingkat kabupaten yang menghadirkan PPK dan PPS, hanya dilakukan hari in
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulukumba mengantisipasi berbagai kondisi saat pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2024. Selain pemadaman listrik, KPU juga sudah siap jika ada oknum yang ngamuk di TPS.
Kondisi ini disimulasikan, Selasa kemarin. Simulasi dihadiri Ketua KPU Bulukumba Asbar bersama Komisioner. Hadir juga Ketua Bawaslu Bulukumba Awaluddin, sekretaris KPU Bulukumba Abd Haris bersama jajaran sekretariat, serta anggota PPK di 10 Kecamatan dan masing-masing ketua PPS di 136 desa/kelurahan.
Simulasi ini, digelar di Halaman Kantor Camat Kajang, Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Bulukumba.
Anggota KPU Bulukumba, Syamsul mengatakan bahwa insiden yang terjadi pada simulasi ini, sengaja dimunculkan karena akan berpotensi juga terjadi pada 14 Februari 2024 mendatang.
"Kita menganut sistem Pemilu prosedural. Artinya apa, seluruh tahapan dan prosedur pemilihan sudah diatur, sehingga kita bertindak tegak lurus terhadap aturan yang ada," ujarnya.
Syamsul menjelaskan bahwasanya ada beberapa kategori pemilih yang sudah diatur. Di antaranya ada pemilih DPT, ada pemilih DPTB atau pemilih pindahan dan pemilih DPK.
"Untuk menjadi pemilih, sudah ada persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan sebelumnya," ujarnya.
"Dari segi pengamanan, pihak kepolisian siap membackup pada proses pemungutan, perhitungan hingga rekapitulasi secara berjenjang nantinya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres," tambahnya.
Ia mengemukakan, simulasi ini dihelat secara nasional yang dilakukan oleh seluruh KPU Kabupaten/Kota di Indonesia. Simulasi ini, bertujuan untuk memberikan gambaran kepada PPK dan PPS akan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada proses pemungutan dan perhitungan suara pada 14 Februari 2024.
"Simulasi dari awal sampai akhir ini, bisa disampaikan kepada KPPS kita nantinya," kata Syamsul.
Syamsul mengatakan, simulasi tingkat kabupaten yang menghadirkan PPK dan PPS, hanya dilakukan hari ini. Tetapi kata dia lagi, tetap akan dilakukan simulasi berjenjang, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat desa untuk pemantapan KPPS.
Ia juga menyinggung alasan-alasan simulasi digelar di kecamatan Kajang. Sebab menurutnya, Kajang ini dikenal dengan kebudayaannya yang perlu disebarluaskan keluar, termasuk pakaian hitam-hitam yang digunakan oleh seluruh peserta simulasi.
"Kalau hari-H nanti tidak ada ketentuan khusus untuk pakaian, tergantung kreativitas dari KPPS," kata Syamsul.
Sementara, pimpinan Bawaslu Bulukumba Awaluddin menjelaskan bahwa simulasi yang dilakukan oleh KPU Bulukumba ini, pada dasarnya baik. Sebab dari simulasi ini, akan muncul beberapa referensi masalah dan cara penyelesaiannya.
"Jadi nanti pengawas TPS akan hadir sebelum pemungutan suara dimulai. Kalau pemungutan suara dimulai pukul 07.00 Wita, maka pengawas TPS hadir sebelum pukul 07.00 Wita," imbuhnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
