JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Gempa dahsyat yang mengguncang Provinsi Gansu, China menewaskan ratusan orang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.
"Sudah ada koordinasi dengan KBRI. Hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban. Kita akan update terus perkembangan," terang Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2023).
Data USGS menyebut gempa itu mengguncang area Provinsi Gansu, yang terletak dekat perbatasan Qinghai di mana Haidong berada. Pusat gempa berada di lokasi berjarak 100 kilometer sebelah barat daya Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu.
Berdasarkan catatan lapor diri KBRI Beijing, kata Judha, terdapat 4 WNI yang tinggal wilayah itu. Dia mengatakan Kemlu akan mengantisipasi kemungkinan adanya WNI yang mungkin tak tercatat pada laman resmi KBRI.
"Tapi, untuk itu, teman-teman KBRI sudah berkoordinasi dengan PPI, dengan komunitas yang ada di sana, bisa saling menyampaikan informasi. Termasuk, kita sudah mengaktifkan nomor pelayanan yang bisa dikontak kalau ada situasi darurat yang ada di dua provinsi itu," jelas Judha.
"Jadi sudah betul (jumlah WNI yang ada di wilayah itu). Tapi insyaallah hingga saat ini tidak ada WNI yang jadi korban," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan M 5,9 mengguncang kawasan Gansu, China, pada Senin (18/12) malam waktu setempat. Sebanyak 111 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya terluka akibat peristiwa itu.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian korban gempa di China. Bahkan anjing pelacak juga dikerahkan dalam pencarian korban gempa.