Muh. Syakir : Jumat, 15 Desember 2023 16:20

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Rivalitas Arum Spink Vs Mizar Roem kembali terjadi di internal Partai NasDem pada Pemilu Legislatif (Pileg) DPRD Provinsi Sulsel tahun 2024. Pertarungan keduanya, terjadi sejak Pileg tahun 2019 lalu.

Di Pileg 2019 lalu, Arum Spink berhasil leading menjadi Anggota DPRD Sulsel usai meraih suara terbanyak di Partai NasDem. Sementara Mizar Roem saat itu, hanya berhasil menjadi peraih suara terbanyak kedua.

Di tengah perjalanan, Pipink begitu Arum Spink akrab disapa, memutuskan untuk masuk kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba tahun 2020. Ia menjadi Calon Wakil Bupati Bulukumba, mendampingi politikus PPP Askar HL.

Arum Spink mundur sebagai Anggota DPRD Sulsel dan digantikan oleh Mizar Roem, sejak tahun 2020. Kini keduanya, kembali masuk ring kontestasi Pileg 2024. Duet keduanya pun, diprediksi bakal sengit.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus berpendapat bahwa posisi petahana di Pileg 2024 nanti, tidak akan berjalan mulus. Sehingga, petahana harus bekerja keras untuk mempertahankan posisinya.

"Menurut saya, petahana sangat tidak aman. Seperti misalnya di NasDem dan Golkar. Arunk Spink di NasDem kini kembali dan menantang Mizar Roem," kata Nurmal Idrus kepada PEDOMANMEDIA, belum lama ini.

Hanya saja, Nurmal Idrus lebih dalam berpandangan bahwasanya Mizar Roem lebih diuntungkan dengan posisinya saat ini sebagai petahana. Posisi itu, katanya, banyak opsi untuk meraih dukungan yang lebih besar.

"Tetapi, Arum Spink tak bisa dianggap enteng karena penguasaannya di wilayah Bulukumba," kata Nurmal Idrus.

Ia juga menanggapi peluang PPP untuk bisa mengisi kursi yang kosong di Dapil Sulsel 5. Menurutnya, partai berlambang Kakbah itu, punya kompetitor mumpuni.

"PPP juga berpeluang mendapat kursi karena caleg mereka yang potensial," kata Nurmal Idrus.

"Jika diliat dari kualitas calegnya, di situ ada dua yang menonjol yaitu Achmad Fauzan Guntur dan Vikra Zulfikar Askar," tambahnya.

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sinjai, Hermansyah menyampaikan bahwa prinsipnya semua caleg dianggap siap dan mampu meraup suara untuk merebut kursi di DPRD Sulsel khususnya di Dapil 5. Hasil itu, tergantung dari strategi dan kemampuannya melakukan pemetaan potensi suara.

Menurutnya di Pileg 2019 lalu, hanya satu caleg provinsi asal Sinjai yang berhasil menduduki kursi DPRD Sulsel dapil 5, yaitu Muchtar Mapatoba (Gerindra). Dalam perjalanannya, politikus asal Sinjai Mizar Roem (NasDem) dan Mukhtar Badewing (PAN) menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW).

Soal pendatang baru, katanya lagi, para caleg yang baru bergelut di wilayah Provinsi atau naik tingkat, semua punya peluang yang sama dengan petahana.

"Namun yang membedakannya adalah pengalaman dan faktor wilayah suara pemilu lalu yang bisa dijaga atau tidak," kata Hermansyah.

Sebelumnya diberitakan PEDOMANMEDIA, PPP menargetkan kursi legislatif provinsi di dapil 5 Sulsel yang meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai. Partai berlambang Kakbah ini, berambisi untuk "pecah telur" yang sudah 10 tahun "mandul" di dapil tersebut.

Ketua Bappilu DPW PPP Sulsel, Yusran Sofyan mengungkapkan sejumlah operasi politiknya ke depan. Ia pun optimistis di tahun 2024, sebagai momentum mengembalikan kejayaan PPP di dua kabupaten yang ada di selatan-selatan Sulsel.

"Memang konsentrasi kita di DPW PPP agar fokus memperoleh kursi dari dapil yang tak punya kursi sebelumnya, termasuk dapil 5 Sulsel," kata Yusran Sofyan kepada PEDOMANMEDIA, Juli 2023 lalu.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, mengemukakan bahwa untuk mewujudkan misi besar partai, maka diperlukan langkah-langkah strategis dan taktis. Selain itu, ada variabel lintas tokoh jadi magnet elektoral.

"Kita berkomunikasi dengan tokoh-tokoh lokal yang punya pengaruh, serta mampu membawa harapan masyarakat di kabupaten tersebut. Seperti Ketua PPP Bulukumba Haji Askar yang mendorong putranya Vikra Zulfikar Askar maju caleg provinsi," kata Yusran Sofyan.

Ia lebih jauh membongkar peta kekuatan PPP, lewat tokoh lokal di Kabupaten Sinjai, Haji Guntur. Pengusaha terkemuka dikenal punya modal sosial yang baik ini, juga mendorong putranya Achmad Fauzan Guntur maju caleg provinsi dapil 5 Sulsel.

"Beliau (Haji Guntur) banyak membantu mempekerjakan orang di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba," kata Yusran Sofyan.

Pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad berpandangan bahwa ada dua variabel yang akan menentukan potensi mendapatkan kursi legislatif. Ia menyebut, pertama adalah parpol yang punya pengaruh besar.

Menurutnya dari segi posisioning partai, maka PPP sudah masuk kategori berpeluang. Kemudian kedua, figur yang ada di parpol tersebut.

"Nah kalau figurnya bagus, memiliki modal sosial dan popularitas, punya ketokohan besar di masyarakat, itu juga peluang untuk terpilih," kata Firdaus Muhammad.

Hanya saja, jika parpol besar lantas kandidat yang diajukan tak marketable atau pun tak layak jual, maka potensinya akan kalah. Sebaliknya potensi gagal jika ada tokoh besar, tapi partainya kecil.

"Terpenting partai harus savety, partai yang sudah dikenal oleh masyarakat. Kedua pada figur yang harus memiliki nilai jual di masyarakat. Jadi produk yang bagus memiliki nilai jual. Cara menjualnya harus sesuai kebutuhan pasar," jelas Firdaus Muhammad.

Sekadar diketahui, saat ini Anggota DPRD Provinsi Sulsel Dapil 5 Bulukumba Sinjai, yaitu Andi Ayu Andira (Golkar), Mizar Roem (NasDem), Muchtar Mappatoba (Gerindra), Andi Muh Anwar Punomo (PKB), Isnayani (PKS) dan Mukhtar Badewing (PAN).