Muh. Syakir : Jumat, 15 Desember 2023 08:56
Nober Rante Siama'

TORUT, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Toraja Utara Obednego Toding terancam sanksi berat atas dugaan pelanggaran netralitas. Kasus Obednego kini menunggu rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama' angka bicara terkait kasus ini. Ia turut prihatin atas terjadinya mobilisasi ASN untuk memenangkan anak dan istri Bupati Torut Yohanis Bassang (Ombas).

"Coba bapak ibu lihat Obetnego, beliau sudah mengakui kesalahannya. Namun Bupati Ombas menyangkal bahwa dirinya yang menyuruh untuk melakukan pendataan. Jadi yang korban Pak Obet. Kita prihatin, kasian. Beliau dijadikan tumbal oleh Bupati," kata Nober.

Menurut Nober, kasus Obednego adalah pelajaran bagi ASN. ASN seharusnya tak terlibat politik praktis.

"Bukan hanya ASN, kepala lembang juga saya ingatkan lebih baik kalian fokus kerja. Tidak usahlah terlibat dalam politik praktis. Kasian kalian. Kalian akan jadi korban. Bupati pasti lepas tangan. Dia sudah tegaskan bahwa dia tidak pernah libatkan ASN atau kepala lembang untuk menjadi tim anak istrinya," papar Nober.

Sementara itu anggota Bawaslu Toraja Utara Bonnie Freedom mengaku sudah mengatur strategi untuk mengawasi gerakan ASN dan kepala lembang yang tidak netral. Bonnie menegaskan, beberapa ASN yang ikut dalam tim pemenangan sudah diidentifikasi.

"Tempat - tempat yang kita duga ditempati kumpul ASN dan kepala lembang kita sudah pasang strategis di situ. Namun kita lebih fokus ke rumah jabatan Bupati Toraja Utara itu akan kita pasang posko khusus di situ nantinya," ujarnya,

Dikatakan Bonnie, terkait isu kepala sekolah, kepala lembang dan camat yang diduga ikut dimobilisasi untuk memenangkan anak istri dan anak Bupati Ombas, saat ini tengah ditelusuri. Ada beberapa nama yang masuk dalam daftra Bawaslu.

"Kita anak telusuri nama nama itu. Kalau cukup bukti kita juga akan teruskan kasusnya ke KASN," tandasnya.