Soal Pencopotan Dua Plt Kadis, Legislator Makassar Ray Suryadi Angkat Bicara
Dua Plt Kadis dicopot karena dinilai kinerjanya tidak baik. Dua diantaranya, Plt Kadisdik Andi Amalia Mali dan Plt Kadis PU Nirman Mungkasa.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Anggota Komisi A DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad mengatakan, pencopotan dua Plt Kepala Dinas (Kadis) di lingkup Pemkot Makassar merupakan hal yang tidak diharapkan, apalagi situasi musim politik (Pilwalkot Makassar).
Diketahui, dua Plt Kadis dicopot karena dinilai kinerjanya tidak baik. Dua diantaranya, Plt Kadisdik Andi Amalia Mali dan Plt Kadis PU Nirman Mungkasa.
“Pencopotan ini sebenarnya tidak diharapkan untuk dalam situasi Pilkada sekarang ini karena kan bisa jadi menjadi satu isu bahwa adanya hal yang tidak seimbang di dalam Pilkada ini, jadi Pemkot seharusnya berkonsentrasi dengan baik menbuat Pilkada bisa menjadi tentram dan bisa berjalan dengan baik,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Makassar, Rabu (2/9/2020).
“Semua ini kan banyak sekali yang menanggapi bahwa terkesan ada unsur politisnya, tapi memang dalam aturan yang kita lihatt di SE 118 dan 119 itu sudah jelas bahwa situasi Pilkada tidak ada pergantian atau pemecatan dalam Pemkot,” tegasnya lagi.
Kalau berbicara kinerja, kata dia, memang penilaiannya bukan hanya di satu objek tertentu.
“Kalau kita lihat bukan pendidikan saja mengalami masalah, sosial juga bermasalah, beberapa sektor di OPD juga bermasalah. Kalau melihat pencapaian secara maksimal untuk beberapa bulan sejak dilantik, memang belum patut dilakukan adanya reshuffle OPD,” ujarnya.
“Sebenarnya kalau kita lihat bahwa yang menjadi permasalahan justru di Kominfo, di situ kan yang bermasalah PPDB nya karena banyak sekali data yang amburadul,” tambahnya.
Politisi Demokrat itu menilai, PPDB di Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar sudah bagus, penerapan zonasi sudah bagus dan manajemen teknisnya juga bagus.
“Mudah-mudahan tidak ada keterkaitan nya dengan Pilkada. Semuanya punya pendapat nya masing-masing, kita lihat saja kalau misalkan ada keterlibatan langsung, ini kan sangat tidak baik sekali keterlibatan kalau tidak netralitas. ita tidak mau kota Makassar, menjadi contoh yang tidak baik bahwa ASN kita itu memperlihatkan perlakuan yang tidak netral di situasi politik,” pungkasnya.
