Budi Santoso : Rabu, 06 Januari 2021 03:06
Vaksin Coronavac tiba di Sulsel. Dikawal ketat TNI/Polri. (Istimewa)

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Upaya pemerintah dalam menyediakan Vaksin Coronavac mendapat perhatian penuh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

BPOM RI memastikan, vaksin Covid-19 itu tidak mengandung bahan berbahaya. Seperti pengawet, boraks dan formalin.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Lucia Rizka Andalusia bilang, dalam mengawasi mutu vaksin tersebut, BPOM menerapkan standar internasional.

Termasuk mengikuti perkembangan uji klinis di berbagai negara untuk memperoleh izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

"Salah satu di antaranya adalah melalui inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin coronavac," terang Lucia dalam keterangan resminya di Jakarta, baru-baru ini.

Lanjut Lucia mengatakan, untuk memperoleh EUA, BPOM telah melakukan evaluasi dan kajian. Dengan melibatkan Komite Nasional Penilai Obat dan tim ahli bidang imunologi dan vaksin (Indonesian Technical Advisory Group on Immunitation).

"Evaluasi tersebut dilakukan terhadap data dukung keamanan, khasiat dan mutu yang disampaikan oleh industri farmasi pendaftar," jelasnya.

Aspek lain yang juga menjadi perhatian BPOM ialah mutu vaksin di sepanjang jalur distribusi. BPOM mengawal proses pendistribusian mulai keluar dari industri farmasi hingga digunakan dalam pelayanan vaksinasi kepada masyarakat.

Bagi Lucia, hal itu penting dilakukan. Sebab vaksin merupakan produk yang rentan rusak. Itu terjadi apabila penyalurannya tidak sesuai persyaratan, yaitu 2-8 derajat celsius.

"Pengawasan dan pemantauan mutu vaksin melalui sampling berbasis risiko, dan pengujian oleh Unit Pelaksana Teknis Badan POM di seluruh Indonesia terhadap sarana industri, distribusi dan instalasi farmasi provinsi, instalasi kabupaten atau sarana pelayanan kesehatan," tambahnya.

Sekadar diketahui, saat ini jutaan vaksin coronavac sudah tiba di Indonesia. Pendistribusiannya juga sudah tiba di Sulsel.

Kendati begitu, Lucia memastikan jika pemberian vaksin akan dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu.

Dan saat pelaksanan vaksinasi nanti yang rencananya dimulai berlangsung 14 Januari 2021 ini, masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya.

"Sambil menanti proses vaksinasi, masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menajga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," pesan Lucia.