MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam memimpin patroli skala besar hingga dinihari tadi. Kapolda menilai, seluruh perangkat pengamanan berjalan normal hingga pergantian tahun.
"Terima kasih kepada masyarakat yang sudah mematuhi imbauan pemerintah. Seluruh skema yang kita terapkan berjalan baik. Malam ini kondusif," terang Merdisyam di sela-sela patroli.
Patroli skala besar ini melibatkan unsur Forkopimda. Patroli melewati rute yang diawali dari Mako Dit Polair Polda Sulsel kemudian ke Jalan Ahmad Yani dan Urip Sumoharjo.
Lalu patroli berlanjut ke flyover AP Pettarani, menuju Andi Tonro, Kumala, Ratulangi dan Haji Bau. Setelah itu pemantauan berlanjut di Centre Point of Indonesia dan kawasan Losari.
Di sepanjang rute tak ditemukan adanya aktivitas warga yang memicu kerumunan. Perayaan malam pergantian tahun relatif sepi. Objek objek umum yang biasanya menjadi tempat berkumpul warga, juga lengang.
Sebelum mengakhiri patroli Kapolda Sulsel bersama dengan rombongan menyempatkan untuk melakukan pengecekan di salah satu pos pengamanan operasi lilin guna memantau situasi terkini di wilayah tersebut.
Kapolda menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap masyarakat Sulawesi Selatan berkat kesadarannya mematuhi imbauan pemerintah. Sepanjang malam hingga puncak pergantin tahun, tidak ditemukan kerumunan. Menurut Merdisyam, penerapan protokol kesehatan berjalan baik.
"Dalam penerapan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan kita terbukti sukses. Tidak ada tempat-tempat yang bisa dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat untuk berkumpul dalam merayakan pergantian tahun," katanya.
Makassar menutup 13 ruas jalan protokol menjelang malam pergantian tahun. 13 jalur ini bukan hanya ditutup untuk kendaraan, pejalan kaki yang bergerombol juga tak diizinkan melintas.
Penutupan 13 ruas jalan ini berlaku mulai Kamis 31 Desember 2020 pukul 15:00 Wita, hingga Jumat 1 Januari 2021, pukul 04:00 Wita.
13 ruas jalan ini hanya boleh dilewati oleh beberapa kelompok warga. Pertama, warga yang berdomisili di ruas jalan tersebut. Kedua, warga yang memiliki keperluan mendesak. Yang bukan bertujuan merayakan tahun baru.
Sebelumnya Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin juga sudah mengeluarkan ultimatum. Ia tak mengizinkan adanya aktivitas yang memicu kerumunan, termasuk pesta nikah. Jika masih terjadi ia meminta agar dibubarkan.
"Saya harap masyarakat patuh dengan protokol kesehatan. Jangan lagi ada kerumunan. Pesta dan sebagainya. Termasuk nikahan jangan dulu. Kalau masih ada saya bubarkan," tegas Rudy.
Rudy menjelaskan, seluruh aktivitas keramaian yang bisa menimbulkan kerumunan sudah disetop sejak 24 Desember. Pembatasan jam malam pada beberapa objek ekonomi untuk sementara diberlakukan hingga 3 Januari.
BERITA TERKAIT
-
BREAKING NEWS: Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam Diganti
-
Kapolda Sulsel Sebut Ada Pihak yang Hambat Vaksinasi: Mereka Sebar Hoax
-
Hari Kebangkitan Nasional: Gerakan Boedi Oetomo Harus Jadi Spirit Generasi Muda
-
Ramai Pemudik Terobos Penyekatan, Kapolda Sulsel: Kalau Nekat, Tindak
-
Kapolda Sulsel Janjikan Pengawasan Ketat di Pusat Perbelanjaan