Redaksi : Selasa, 01 September 2020 13:55
Anggota Komisi A DPRD Makassar Kasrudi dan Azwar

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dua Anggota Komisi A DRPD Makassar meminta pimpinan DPRD untuk mengevaluasi kinerja dari sekretariat secara menyeluruh.

Hal tersebut usai terjadinya aksi pengerusakan Ruang Paripurna DPRD Makassar oleh sejumlah oknum mahasiswa pada Selasa (1/9/2020) pagi tadi.

Anggota Komisi A, Azwar menilai kejadian tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi dan pengamanan di DPRD Makassar.

"Teman-teman mahasiswa kan kasihan, mungkin capek  atau apa, terus tidak ada informasi efektif dari kesekwanan ya mereka melakukan insiden," ujar Azwar saat ditemui di Gedung DPRD Makassar.

Oleh karena itu, ia meminta agar ada evaluasi secara menyeluruh agar hal serupa tidak terjadi di kemudian hari.

"Tetapi khusus pada kesekwanan, kita meminta pimpinan DPRD untuk mengevaluasi semua kesekwanan, ya kehumasan, termasuk Satpol PP yang ditugaskan disini," pinta Azwar.

Legislator PKS itu mengatakan bahwa Gedung DPRD ini merupakan marwah anggota Dewan, sehingga harus dijaga baik-baik.

"Ini Marwah DPRD ada disini, apalagi ruang paripurna, tempat berkumpulnya anggota dewan adalah Marwah," ujarnya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi A Kasrudi juga mempertanyakan mudahnya gedung DPRD dibobol dan dirusak. Ia mengindikasikan lemahnya pengamanan yang ada di dalam Gedung DPRD Makassar.

"Kenapa bisa dengan mudah ruangan paripurna dibobol, Ndak boleh, harusnya ada pengamanan di dalamnya," katanya.

Kasrudi yang menerima aspirasi mahasiswa tersebut menjelaskan, mahasiswa menuntut transparansi anggaran Covid-19.

Mereka meminta kepada anggota DPRD kota Makassar untuk memediasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait hal tersebut.

"Mereka meminta transparansi anggaran Covid-19, ya kami sebagai anggota dewan akan menerima aspirasi tersebut," pungkasnya.