Budi Santoso : Rabu, 30 Desember 2020 18:22
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Bulukumba, Emil Yusri.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Bulukumba, Emil Yusri mengungkapkan peningkatan produksi pertanian di tahun 2020.

Kepada PEDOMANMEDIA, dia bilang, jika peningkatan produksi terbesar terjadi pada komoditi cabai. Peningkatannya cukup siginifikan dari tahun sebelumnya.

Cabai besar misalnya, meningkat sebesar 90,70 persen.  Dan cabai rawit 283,81 persen.

"Hal ini disebabkan oleh adanya bantuan pemerintah dan animo masyarakat terhadap pengembangan budidaya sayuran khususnya cabai," ungkap Emil, Rabu (30/12/2020).

Kendati begitu, produktivitas itu tidak dibarengi dengan kenaikan harga yang diterima petani. Sehingga berpengaruh terhadap nilai tukar petani.

"Ke depan perlu dilakukan antisipasi dengan meningkatkan efisiensi mekanisme perdagangan. Artinya selisih harga komoditi menjadi lebih baik dan dapat dinikmati oleh petani," pungkas Emil.

Selain cabai, produksi komoditi padi juga mengalami peningkatan. Data sementara, naik berkisar 1,37 persen. Produksi kopi pun demikian, mencapai 970 ton biji kering.

"Tahun 2019 produksi 277.266,84 ton GKP, tahun 2020 produksi 281.017,82 ton GKP (gabah kering panen)," lanjutnya.

Emil menambahkan, di masa pandemik Covid-19 saat ini, sektor pertanian salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.

Sehingga dia berharap agar para petani mendapat bantuan yang sifatnya stimulan. Termasuk memperoleh subsidi.

"Secara nasional, pertumbuhan ekonomi khususnya subsektor tanaman pangan tumbuh 9,23% di kuartal kedua dan 7,14 % di kuartal ketiga," ungkapnya.

"Kita berharap ada subsidi-subsidi yang bisa membantu petani kita. Kalau mau bagus sebenarnya subsidi harga. Tapi itu kan pasti panjang persoalannya," lanjut Emil.

Di Bulukumba kata Emil lagi, produksi pertanian terbesar ada di kecamatan Gantarang. Sebagai penghasil utama padi dengan luas lahan mencapai 35 persen.