Penanganan Banjir di Manggala Terkendala Perluasan Lahan Waduk Nipa-nipa
Pembangunan waduk Nipa-nipa belum kelar. Terkendala masalah lahan. Diharap jadi solusi penanganan banjir di Kecamatan Manggala.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dari tahun ke tahun, permasalahan banjir di Kecamatan Manggala belum dapat terselesaikan. Banjir terparah terjadi di sebagian wilayah Kelurahan Manggala. Utamanya di blok 8 dan 10 Komplek Perumnas Antang.
Menurut Camat Manggala, Ansar Umar, untuk mengatasi banjir di wilayahnya diperlukan penanganan terpadu. Melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dalam hal ini, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang (BBWSPJ).
"Balai pasti sudah sangat tahu, paham tentang solusi (banjir). Cuman bukan juga tugas sendiri, harus terpadu," ungkapnya kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (26/12/2020).
Bukan hanya itu saja, solusi lainnya kata Ansar, perluasan waduk Nipa-nipa. Yang masih terkendala pembebasan lahan.
"Pembangunan waduk nipa-nipa belum kelar di wilayah Manggala. Masih lanjutan pembebasan dan bantaran sungai yang perlu lanjutan. Kendala adalah masalah lahan," bebernya.
Peran BUMN, yakni Perum Perumnas juga sangat diharapkan. Lebih memperhatikan dampak pembangunan perumahan. Apalagi Kecamatan Manggala merupakan daerah resapan air.
"Perlu juga kita tanya (komunikasi) ke Perumnas tentang pembangunan perumahannya. Juga dengan perlu pembangunan tanggulnya perbesar dan permanen dari blok 6/8 ke blok 10 (Perumnas Antang). Tinggi 2-3 meter, lebar 3-4 meter. Perlu komunikasi lahan juga. Juga itu di blok 10 pernah ada penggalian," pungkas Ansar.
Beberapa hari belakangan ini, kota Makassar diguyur hujan deras. Ada empat wilayah kelurahan yang terendam banjir. Sekitar 5.107 jiwa dari 2.211 jumlah Kepala Keluarga (KK) terkena dampak banjir.
Pada Jumat (25/12/2020), Ansar menyampaikan, banjir sudah surut. Lokasi pengungsian sudah tidak berpenghuni.
"Sore (Jumat), dapur umum PMI di Pesantren DDI, (pengungsi) sudah pulang juga. Dan blok 8 dari tadi malam pengungsian sudah kosong/pulang semua (Masjid Al Muttaqin)," ujarnya baru-baru ini.
Serupa yang dikatakan Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkuradde. Penanganan banjir di wilayahnya, membutuhkan solusi jangka panjang. Juga butuh peran dari BBWSPJ.
Banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Biringkanaya disebabkan oleh kondisi sungai. Airnya meluap.
"Mesti balai besar keruk Sungai Biringjenne dan pasang tanggul. Airnya meluap karena merupakan sungai batas Maros dan Makassar," pintanya, Jumat kemarin.
"Bantaran sungai juga harus dibebaskan dari lahan warga, supaya tidak dibanguni," lanjutnya menambahkan.
