Dinas PUPR Wajo Temukan Pengerjaan 'Asal-asalan' di Proyek Jalan Bernilai Rp17 M
Pihaknya juga telah memberi warning keras agar volume pekerjaan tidak keluar dari ketentuan teknis.
WAJO, PEDOMANMEDIA - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Wajo menemukan adanya indikasi pengerjaan asal asalan pada proyek ruas Bulu-Penrang Riase, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo. Proyek bernilai lebih dari Rp17 miliar ini dikerjakan oleh PT Bumi Ambalat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Wajo, Muh Yasser mengungkapkan, temuan itu telah ditindak lanjuti pihaknya. Ia mengakui, ada temuan ketimpangan secara teknis yang dilakukan kontraktor.
"Inikan baru pengerjaan awal. Baru masuk pengerjaan drainase. Ada temuan tidak sinkron antara campuran semen dengan material yang dipergunakan," terang Yasser, Rabu (14/6/2023).
Ia menjelaskan, dari beberapa sampel campuran semen yang diperiksa, ditemukan campuran tersebut berdebu dan saling terpisah. Hal ini kata Yasser menjadi perhatian karena proyek ini bernilai besar.
Proyek peningkatan jalan rekostruksi ini dikerjakan oleh PT Bumi Ambalat, dengan nilai kontrak Rp 17.463.213.000. Volume pekerjaan 5,600 M x 4, 5 M, dengan masa pengerjaan 240 hari kelender. Proyek ditargetkan kelar 7 Desember 2023.
Yasser mengatakan, temuan terkait dengan tidak memakai sirtu/pasir pada peletakan batu dasar pondasi, sudah dilakukan teguran terhadap kontraktor. Pihaknya juga telah memberi warning keras agar volume pekerjaan tidak keluar dari ketentuan teknis.
"Pihak kami sudah menegur pihak rekanan untuk memberi lapisan sirtu pada dasar pondasi," ketua Yasser.
Dari hasil pantauan awak media di lapangan, selain tidak memakai lapisan sirtu/pasir pada peletakan batu gunung pada dasar pondasi, juga terdapat campuran semen dan pasir yang tidak seimbang. Di mana campuran yang sudah mengering berdebu dan tidak menyatu/terekat antara pasir dan semen.
Biasanya campuran seperti ini takaran semen dan materialnya tidak sinkron atau tidak sesuai dengan dalam RAB. Semen yang dipakai juga beratnya 40 Kg/ per zak. Padahal secara umum dalam RAB harus memakai semen yang beratnya 50 kg per zak.
Juga terdapat beberapa rongga pada beberapa drainase yang sudah dikerjakan. Di sana terlihat hanya menimbun tanah dari galian. Hal ini tentu memengaruhi ketahanan pada pondasi tersebut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
