MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong memaparkan sejumlah terobosan Pemkab Torut dalam menekan prevalensi stunting. Kata Frederik, ada lima inovasi yang sedang dijalankan sebagai aksi konvergensi.
Pemaparan ini disampaikan Wabup di hadapan panelis dalam aksi konvergensi stunting di Hotel MaxOne, Makassar, Kamis (25/5/2023). Frederik didampingi sejumlah pejabat OPD.
Ia menyampaikan, ada 8 aksi konvergensi percepatan penanganan stunting. Di antaranya analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting dan regulasi terkait percepatan penurunan atunting.
Kemudian pembinaan pelaku dan pemerintahan desa/ kelurahan, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data stunting serta review kinerja tahunan.
Di hadapan Panelis Wabup juga memaparkan beberapa inovasi Pemda Torut. Diantaranya Polisi Asi (mendampingi dan menfasilitasi bumil menyusui minimal 6 bulan), Sultan Pangan (Suka Konsul Tanam Pangan) Berlian Toraya ( Bersama-sama Peduli Anak Toraja), Bonting (Bangkelikila Bebas Stunting) serta Sangkurin (Sanggalangi Kurangai Stunting) .
Pemaparan ini mendapat apresiasi dari tim panelis. Dan hal yang menarik dalam pemaparan ini didahului dan diakhiri pantun .
Dalam kegiatan ini Wabub didampingi oleh perangkat daerah teknis terkait pelaksana intervensi spesifik dan sensitif, yakni Bappelitbangda, Dinkes, DP3A2KB,
DPUTR, Disperkim LH TAN, DPML, DINSOS, DKPP, Distan, Disdukcapil dan Diskominfo SP.
BERITA TERKAIT
-
Angka Stunting Makassar Turun jadi 22,9%, Wawali Aliyah: Butuh Terobosan
-
Tangani Stunting, Pemkot Makassar Siapkan Rp126 M
-
UPT Pengendalian Penduduk dan KB Bontoala Makassar Gelar Program Percepatan Tanpa Stunting
-
Stunting Sulsel Turun, Wagub Fatmawati: Jeneponto-Enrekang Masih Tinggi
-
Bupati Andi Asman ke Nakes: Jangan Main Tiktok Saat Jam Kerja!