BALI, PEDOMANMEDIA - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali menyuarakan aspirasi dalam bentuk aksi damai terkait Trikora, Sabtu (19/12/2020). Namun massa dihadang pihak aparat dan mengalami pemukulan.
"Kami dihadang dan diintimidasi pecalang dan Polisi di titik kumpul di Lapangan Renon Timur tepat pada 10:15 WITA, saat ingin bergerak menuju lokasi aksi yang masih berjarak 1 Km ke depan," ujar Ketua AMP Komite Kota Bali Jenoo.
Massa Aksi yang sementara diintimidasi oleh Pecalang dipaksa bubar oleh polisi dengan berbagai macam alasan-alasan sepihak yang diskriminatif terhadap mahasiswa Papua.
"Kurang lebih hampir 1 jam sebelum diangkut menuju Polresta. Kami di angkut menuju Polresta Denpasar secara paksa kemudian ditahan selama 2 jam lebih dan dibebaskan pukul 13:10 (WITA)," jelasnya.
Jennoo mengaku diintimidasi dititik kumpul, mulai dari pemukulan terhadap semua massa aksi hingga beberapa mahasiswa terluka.
"Perampasan alat-alat aksi seperti bendera, poster,tas noken. Pemutusan tali komando. Kami juga mengalami ujaran untuk memulangkan dan mengusir mahasiswa Papua study di kota Bali," pungkasnya.