Jumat, 18 Desember 2020 19:26

WHO Bakal ke China Teliti Asal-usul Covid-19

Covid-19
Covid-19

Seorang diplomat Barat mengatakan tim ini diperkirakan berangkat pada awal Januari, menjelang pertemuan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Organisasi kesehatan dunia (WHO) akhirnya akan melakukan misi internasional. Dimana, WHO akan melakukan penelitian di China terkait asal-usul virus Covid-19.

Amerika Serikat, yang menuduh China menyembunyikan penyebaran wabah ini, telah menyerukan penyelidikan transparan yang dipimpin WHO namun tidak setuju bila penyelidikan pendahuluan dilakukan oleh para ilmuwan China sendiri.

China melaporkan kasus pertama "pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya" di Wuhan kepada WHO pada 31 Desember 2019. Aparat setempat juga menutup pasar yang diperkirakan sebagai tempat munculnya Covid-19 pertama kali.

Baca Juga

Menteri Kesehatan China pada bulan Mei lalu telah meminta WHO untuk mengidentifikasi sumber virus dan bagaimana virus ini berpindah ke manusia.

Menjelang setahun setelah virus ini menyebar ke seluruh dunia, 12 hingga 15 pakar yang tergabung dalam tim WHO bersiap pergi ke Wuhan untuk memeriksa bukti-bukti, termasuk sampel manusia dan hewan yang dikumpulkan oleh tim peneliti China, dan untuk mengembangkan penelitian awal mereka.

Salah satu anggota tim dari Denmark, Thea Fischer, menjelaskan tim ini akan berangkat "tepat setelah Tahun Baru" untuk sebuah misi selama enam minggu, termasuk dua minggu untuk karantina pada saat kedatangan.

"Fase pertama seharusnya sudah selesai sekarang sesuai dengan kerangka acuan. KIta seharusnya sudah mendapatkan sejumlah hasil," jelasnya dilansir dari Republika.co.id.

"Jika hal itu kami peroleh saat tiba di China, tentu saja akan sangat bagus. Artinya kita sudah berada di fase kedua (penyelidikan)," kata Thea.

Seorang diplomat Barat mengatakan tim ini diperkirakan berangkat pada awal Januari, menjelang pertemuan dewan eksekutif WHO pada 18 Januari. Ia menambahkan, "Ada tekanan kuat terhadap China dan WHO."

Secara terpisah, Keith Hamilton dari Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan, mengatakan virus yang mirip namun tidak identik telah diidentifikasi pada kelelawar.

Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa virus ditularkan pertama kali ke hewan, atau inang perantara, sebelum menginfeksi manusia.

"Melakukan pemantauan terhadap hewan itu sulit, sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami," ujar Keith.

Editor : Jusrianto
#WHO #Covid-19 #Vaksin Corona China
Berikan Komentar Anda