TORUT, PEDOMANMEDIA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara Alexander L Tiku mengatakan, Toraja Utara termasuk salah satu daerah rawan bencana tanah longsor. Kondisi ini harus diwaspadai di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Saat ini ada beberapa daerah yang mengalami longsor, dan kami melakukan tanggap darurat saja dulu. Masih ada daerah yang belum ditangani karena kondisi masih labil,” ujar Alexander, Kamis (30/03/2023).
Menurutnya, untuk melakukan penanganan BPBD Torut tak bisa bekerja sendiri. Pihaknya membutuhkan back up dari pusat dan provinsi.
“Di satu sisi kita mengharapkan dana dari BNPB di sisi lain kita juga butuh bantuan swadaya dari masyarakat untuk bekerja sama gotong royong apa bila itu memungkinkan,” ucap Alexander.
Lanjut Alexander, ada beberapa daerah yang mengalami longsor. Antara lain, Salu Sopai yang sudah tertangani. Lalu, di Karua yang baru-baru ini terjadi.
"Ada juga di Bangkila-kila belum ditangani karena kondisi masih labil. Kemudian di Buntu Pepasan juga belum ditangani karena kondisi juga masih labil,” beber Alexander.
Ia berharap, titik titik ini ditangani bersama. Terutama keterlibatan masyarakat dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Penulis: Nober Salamba
TAG
BERITA TERKAIT
-
Lanjutkan Penanganan Titik Longsor di Lembang Salu Sarre, BPBD Torut Suntik Rp1,8 M
-
Bahayakan Pengguna Jalan, BPBD Torut Tebang Pohon di Poros Rantepao-Palopo
-
Dari Lokakarya BPBD Toraja Utara: Semua Kecamatan Rawan Longsor, Perkuat Mitigasi
-
Lagi, Tim BPBD Torut Evakuasi Material Longsor di Poros Nanggala
-
Lanjutkan Evakuasi Titik Longsor, BPBD Torut Sisir 2 Kecamatan