Rekrutmen PPS Enrekang Panen Kritik, KPU Dituding Ikut Bermain
Ada banyak hal yang menjadi penilaian dalam tes wawancara termasuk ketokohan dan kemampuan IT.
ENREKANG, PEDOMANMEDIA, Peserta calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) di berbagai desa dan kelurahan mempertanyakan hasil seleksi PPS yang dinilai sarat kecurangan. Komisioner KPU dituding ikut bermain.
Kritik tak hanya dilontarkan secara langsung. Sejumlah peserta juga menumpahkan kekecewaan mereka di media sosial.
Salah satunya oleh akun Jalty. Ia melontarkan kritik lewat Facebook.
"Sdkt kecewa. Sya peringkat pertama CAT di desa dan trmasuk tdk ada kendala di tes wawancara tapi kenapa tdk lulus lek??? Mksudq sya kl mmng ada permainan di belakang kenapa harus ada tes, capek2 mki kodong belajar, urus sana sini," tulisnya
Kekecewaan juga datang dari peserta yang lain.
"dua kali ikut tes CAT Pertama ppk rengking 2 kecamatan tidak lolos Mencoba keberuntungan lagi di pps alhamdulillah peringkat 1 desa tapi tetap tidak lolos juga" sebut Annasya.
"Jalty betul skali bu..skalian tdak usah adakan CAT, sya jga rengking 2 cat tpi tdk lulus, yg lulus itu yg rengking 1,5 dan 6🤣" tulis Dian Ra.
"Inilah negri KONOHA. Yang rengking satu dalam tes digeser ole peringkat terhir. Bagaimana mau dipercaya sama masyarakat. belum apa apa sdh ada indikasi curang.."
Misbah Juang selaku Ketua Pergerakan Koalisi Rakyat ( PERKARA) menyampaikan, ia akan mengambil semua data-data masyarakat yang dirugikan dan mempertanyakan ke komisioner bagaimana bentuk penilaiannya sehingga banyak muncul protes. Ia meminta agar keluhan ini dijawab dengan transparan.
"Karena ada tudingan kecurangan yang katanya melibatkan komisioner, maka kami harus tindak lanjuti," ujarnya.
Dikatakan Misba bahwa sistem pemilihan PPS sangat mengecewakan. KPU kata dia dinilai oleh publik telah gagal menjalankan amanah untuk bersikap netral dan objektif.
Sementara Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Enrekang Baharuddin berkilah, KPU Enrekang telah menjalankan tahapan sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis. Perekrutan PPK dan PPS untuk penilaian dalam penentuan siapa yang terpilih menjadi penyelenggara bukan hanya dilihat dari hasil CAT.
"Yang paling penting juga adalah tes wawancara tentang bagaimana pemahaman masalah kepemiluan. Wawasan kebangsaan, bagaimana rekam jejaknya, integritas dan mobilitas serta pengalaman masalah kepemiluan," katanya.
Dijelaskan bahwa ada banyak hal yang menjadi penilaian dalam tes wawancara termasuk ketokohan dan kemampuan IT.
"Yang pasti banyak yang kecewa dan ada pula yang puas. Bagi kami KPU hal itu wajar saja. Yang pasti kami telah bekerja sesuai mekanisme yang ada dan prosedur nya ada," ucap Bahar.
Dalam kesempatan yang sama salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Enrekang Saleh mengatakan, dalam proses perekrutan PPK dan PPS pihaknya telah melakukan pengawasan yang melekat. Baik dalam proses rekrutmen, hingga pada tahap penentuan hasil akhir.
"Mengenai penilaian kami tidak bisa mengomentari karena itu sudah menjadi kewenangan teman teman KPU. Yang kami lakukan adalah memastikan proses tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur dalam aturan yang ada," tutup Saleh.
