Suara di Distrik Siriwo Nabire Diduga Dimanipulasi, Saksi Nomor Urut 2 Minta PSU
Banyak terjadi manipulasi. Penyelenggara hanya melakukan pencoblosan sepihak. Masyarakat tidak dilibatkan hak pilihannya dan melaksanakan musyawarah dan mufakat bersama.
NABIRE, PEDOMANMEDIA - Pleno hasil Pilkada Nabire Papua di distrik Siriwo terjadi keributan karena diduga ada manipulasi. Bahkan saksi Paslon nomor urut 2, Mesak Magai-Ismael Jamanudin meminta pemungutan suara ulang (PSU) di distrik Siriwo.
Sekitar 20 menit Warga adu mulut di ruangan pleno. Tingkat penyelenggara juga adu mulut di ruangan pleno. Proses perhitungan tidak berlanjut. Saksi Paslon nomor urut 2 meminta penyelenggara segera menggelar PSU.
Saksi mandat Paslon nomor urut 2, Tedi Magai mendesak penyelenggara tingkat atas untuk melakukan PSU dari tingkat TPS.
"Banyak terjadi manipulasi. Penyelenggara hanya melakukan pencoblosan sepihak. Masyarakat tidak dilibatkan hak pilihannya dan melaksanakan musyawarah dan mufakat bersama. Kami nyatakan segera melakukan pemungutan suara ulang," tegasnya.
Pada kesempatan itu, saksi Paslon nomor 2 melakukan pencopotan data rekapan sebagai bentuk protes atas tindakan sewenang yang dilakukan oleh penyelenggara tingkat TPS.
