JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Polpum Kemendagri) Bahtiar mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang sehat. Pemilu sehat mendidik masyarakat menjadi pemilih cerdas.
"Kita memberikan sinyal positif kepada masyarakat bahwa Pemilu akan berjalan sehat," ajak Bahtiar pada jalan sehat Bawaslu, Minggu (18/12/22).
Gerak jalan sehat tersebut diinisiasi oleh Bawaslu RI dan turut diikuti oleh Ketua KPU Hasyim Asy'ari beserta Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar. Adapun rute gerak jalan ini dimulai dari depan Gedung Bawaslu Jl MH Thamrin menuju Monas. Kemudian rombongan tersebut berputar balik di depan Patung Kuda dan kembali ke Gedung Bawaslu. Kurang lebih kegiatan gerak jalan itu menempuh jarak 4km.
"Rekan-rekan penyelenggara Pemilu jangan lupa jaga kesehatan karena beban kerja yang sangat tinggi dibutuhkan fisik dan jiwa yang sehat," kata Bahtiar.
Pemilu yang sehat artinya berjalan sesuai konstitusi dan perundangan, proses/tahapan penyelenggaraan berlangsung sesuai asas dan prinsip Pemilu yang sehat, komunikasi kontestasi dan peserta Pemilu juga sehat di ruang publik supaya mendidik masyarakat menjadi pemilih cerdas.
"Hasil pemilu juga sehat, dengan terpilih pemimpin nasional di eksekutif dan legislatif yang akan memimpin masyarakat, bangsa dan negara Indonesia periode tahun 2024-2029 untuk mewujudkan cita-cita negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945," ungkap Bahtiar.
Selanjutnya, Bahtiar juga menjelaskan, gerak santai itu juga bermakna rakyat yang diajak untuk berpartisipasi dalam Pemilu secara sehat.
"Rakyat selalu ingatkan agar kontestan bersaing secara sehat dengan selalu berfikir sehat dan narasi-narasi sehat untuk menjaga harmoni dan kerukunan nasional," tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Kemendagri Resmi Terbitkan Edaran WFH bagi ASN
-
Demo Tuntut Provinsi Tana Luwu Lanjut, Kemdagri Siap Evaluasi Moratorium DOB
-
Hari ini Lucky Hakim Dipanggil Kemendagri, Buntut Pelesiran ke Jepang Tanpa Izin
-
505 Kepala Daerah Dilantik 20 Februari di Istana, 40 Masih Sengketa
-
Kemendagri Sebut 5 Provinsi Rawan Tinggi Pilkada, Sulsel tak Masuk