BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Warga
Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng resah. Pelaku percobaan perkosaan terhadap seorang janda, Rabu kemarin menyisakan trauma bagi perempuan sekampung.
"Ya takut. Nda mau lagi ke kebun kalau sendiri. Karena itu pelakunya masih berkeliaran," ucapnya seorang perempuan warga desa.
Bagi perempuan di Desa Kaloling, percobaan perkosaan yang menimpa ST kemarin adalah horor. Sampai perempuan di desa itu tak mau lagi ke kebun seorang diri.
"Kami takut pergi ke kebun sendirian pak, takut terjadi seperti yang dialami oleh korban sebelumnya," tambah salah seorang warga Kaloling, Lija (25) kepada PEDOMANMEDIA, Kamis (03/12/2020).
Ia menceritakan, saat ini hampir semua perempuan di desa itu tak ada lagi yang berani ke kebun seorang diri. Apalagi pelakunya diduga masih warga desa setempat.
Sebelumnya, seorang janda bernama ST (33) nyaris menjadi korban perkosaan di kebun miliknya. ST yang sedang memetik jambu tiba-tiba didatangi pelaku dari belakang.
Pelaku memaksa ST melayani nafsu bejadnya. Pelaku sudah berhasil menindih tubuh korban dan berusaha melepaskan pakaiannya. Beruntung korban berontak dan berhasil melepaskan diri.
Sejak peristiwa itu, perempuan di desa tak berani ke kebun seorang diri. Pelaku dan ciri-cirinya sudah dilaporkan ke polisi namun sampai hari ini belum diamankan.
"Kami berharap kepada pihak kepolisian agar bisa mengungkap pelaku kejahatan yang sangat mengerikan itu. Kami istri dari seorang petani ingin merasa aman," tambahnya.
Sementara itu, Kanit Serse Polsek Pa'jukukang Iptu Alimuddin mengatakan bahwa pihaknya sementara melakukan penyelidikan, dan berupaya mengumpulkan bukti bukti yang menguatkan.
"Terlapor pernah kami amankan, tapi belum cukup bukti, jadi kami lepaskan. Namun kami tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini," katanya
Untuk sementara kata dia, bahwa pihaknya sudah mengambil barang bukti berupa pakaian yang dikenakan oleh pelaku saat kejadian itu.
"Ini sudah sedikit sinkron, karena terduga mengakui mengenakan pakaian saat itu, sama seperti yang dilihat oleh korban" tambahnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa pada celana yang dikenakan oleh terduga terlihat seperti ada bercak darah, namun itu belum bisa dipastikan, karena harus melalui pemerikasaan laboratorium forensik (Labfor).
"Barang bukti itu sudah kami bawa ke Labfor, insya Allah hari Jum'at sudah keluar hasilnya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Bulukumba Gemilang di Porprov, Cabor Sepeda Penyumbang Emas Terbanyak
-
STIMIK Bina Adinata Bulukumba jadi Institut: Tak Boleh Biasa-biasa Lagi
-
31 Kades di Bulukumba Masa Jabatannya Berakhir
-
Ketua KONI Sulsel Tinjau Kesiapan Porprov di Bulukumba
-
Begini Tampang IK, Pemuda Makassar yang Diringkus Usai Gagal Perkosa Mahasiswi