Muh. Syakir : Sabtu, 01 Oktober 2022 13:46
Iring-iringan jenazah korban penembakan di Meyerga, Teluk Bintuni.

BINTUNI, PEDOMANMEDIA - Polda Papua Barat membantu proses pemulangan 4 jenazah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Meyerga, Teluk Bintuni, Papua Barat. Jenazah diberangkatkan dari RSUD Teluk Bintuni, Sabtu pagi (1/10/2022) sekitar pukul 10.00 WIT.

Jenazah diserahkan secara resmi oleh Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar kepada penanggungjawab CV. Doreri Makmur di RSUD Teluk Bintuni.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, hari ini jenazah akan diberangkatkan ke Manokwari.

”Kapolres Teluk Bintuni melepaskan keberangkatan rombongan kendaraan jenazah sebanyak 12 unit dari RSUD Bintuni menuju Manokwari,” ujar Adam.

Dijelaskan Adam, setibanya di Manokwari, jenazah akan disemayamkan dan ditempatkan satu hari di ruangan pendingin jenazah di RSUD Provinsi Papua Barat.

Rencananya, jenazah para korban akan diberangkatkan melalui Bandara Rendani menuju kampung halaman para korban. Yakni Makassar dan Manado.

Sebelumnya Polda Papua Barat merilis identitas korban penyerangan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. 4 orang tewas dalam penyerangan brutal itu.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, Jumat (30/9/2022), mengatakan jumlah pekerja ada 14 orang.

Dari jumlah itu, sembilan di antaranya berhasil menyelamatkan diri.

"Enam orang menyelamatkan diri ke pos, yaitu Kusnadi (30) tinggal di Kampung Meyado, Stenkool 3, Remon Ulimpa (26) tinggal di Sorong, Irson (42) tinggal di Sorong, Agung (18) tinggal di Sorong, Muksin Rambe (49) tinggal di Bintuni Pasar, dan Ruslan alias Culang (33) terkena tembakan di lengan atas sebelah kanan tinggal di Pinrang," beber Adam.

Sementara, tiga orang menyelamatkan diri berpisah di Sungai Majnik lama ke arah Kampung Maghti. Mereka yakni Sitinjak (25) tinggal di Sorong, Om Kumis (55) warga Pinrang, dan Halim (20) warga Sorong.

Kemudian, empat orang korban meninggal dunia, yakni Abas selaku bos pekerja (52) tinggal di Sorong, Yafet selaku operator ekskavator (50) tinggal Sorong, Darmin sopir truk (46) tinggal di Bintuni, dan Armin sopir truk (43) tinggal di Sorong.

"Satu orang korban belum diketahui nasibnya dengan jenis kelamin perempuan atas nama Reva (28) tinggal di Sorong. Polda Papua Barat sudah mengantongi nama-nama pelaku berdasarkan keterangan dan data," ujar Adam.

Kapolda Papua Barat telah memerintahkan jajaran agar terus memburu dan menangkap pelaku agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.