Marwiah Syam : Sabtu, 03 September 2022 14:13
Komisi B DPRD Makassar

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar ikut menyuarakan keprihatinannya pada masyarakat kecil dengan ikut menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite yang saat ini sedang bergulir.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Syamsuddin Raga, mengatakan, menaikkan harga BBM subsidi bukan bentuk keberpihakan pada masyarakat menengah ke bawah. Apalagi saat ini situasi masih dalam kondisi sulit.

"Kita belum terlepas dari dampak Covid-19. Jika BBM subsidi naik, tentunya akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok dan lainnya," katanya kepada PEDOMANMEDIA saat ditemui di ruangan Komisi B DPRD Makassar, Jl AP Pettarani, Jumat (2/9/2022)

Raga mengungkapkan, pemerintah saat ini harusnya lebih fokus menyelesaikan persoalan yang semakin banyak dan tumpang tindih, seperti komoditas minyak goreng yang belum selesai.

Selain itu, solusi tepat yang harus dilakukan pemerintah, yakni membuat inovasi seperti aplikasi yang bisa mendeteksi setiap kendaraan yang masuk ke SPBU, mana dan yang tidak pantas mendapatkan BBM subsidi. Jadi BBM subsidi makin tepat sasaran.

"BBM subsidi ini kan banyak yang nikmati orang kaya. Lebih baiknya difokuskan di situ. Jadi masyarakat kecil bisa mendapatkan hak nya. Bukan malah berencana menaikkan harga BBM subsidi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Arifin Tasrif, mengatakan, saat ini pemerintah masih terus mengevaluasi kenaikan harga BBM.

Bahkan Arifin memberi sinyal bahwa harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar akan tetap naik meski harga BBM nonsubsidi turun per 1 September 2022 kemarin.