MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, nilai ekspor Sulsel mengalami penurunan sebesar 1,86 persen pada Juli 2022. Nilai ekspor hanya mencapai US$ 160,32 juta.
"Menurun 1,86 persen, jika dibandingkan periode Juni 2022 yang mencapai US$ 163,36 juta," kata Kepala BPS Sulsel, Suntono di kantornya, Kamis (1/9/2022).
Adapun kelompok komoditas utama pemberi andil pada nilai ekspor Sulsel, kata Suntono, yakni di antaranya komoditas nikel dengan sumbangsih sebesar 56,25 persen, komoditas biji-bijian berminyak 14,18 persen, komoditas besi dan baja sebesar 12,16 persen, komoditas lak, getah dan damar sebesar 5,78 persen, dan komoditas ikan dan udang sebesar 5,33 persen.
Sebagian besar ekspor ini ditujukan ke negara Jepang dengan kontribusi pada nilai ekspor sebesar 59,65 persen. Selanjutnya, ada negara Tiongkok yang andil sebesar 36,03 persen, Bangladesh sebesar 1,41 persen, Australia sebesar 0,84 persen, dan Timor Leste sebesar 0,63 persen.
"Dari total nilai ekspor yang dicatatkan, komoditas nikel yang paling memberikan andil besar pada nilai ekspor. Sementara, tujuan ekspor besar masih dicatatkan negara Jepang. Hanya saja, pada periode Juli 2022 ini mengalami penurunan nilai ekspor," katanya.
Penulis : Marwiah Syam Butterflyrock