MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Program Benih Mandiri yang diluncurkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendapat apresiasi berbagai kalangan. Program ini dinilai telah menyentuh hajat hidup petani.
Di Kabupaten Bone, dan Maros misalnya, kuantitas dan kualitas produksi pertanian dari kelompok tani mulai terlihat. Di Kabupaten Bone, ada beberapa poktan menunjukkan hasil produksi umbian yang meningkat.
Di antaranya Poktan Ta’disangka, di Desa Malimongeng, Kecamatan Salomekko. Seorang petani bernama Jafar yang memiliki luas ubinan 2,5×2,5 meter dengan hasil ubinan 6,5 kg. Produktivitas 10,4 ton/hektare. Varitas Impari 32.
Kelompok tani lainnya, yaitu Karya Baru, di Desa Paccinge, Kecamatan Patimpeng dengan ubinan 4,5 kg setara dengan 7,2 ton/hektare. Kemudian Kelompok Tani Radda 2, Desa Karella, Kecamatan Mare dengan hasil ubinan 6,0 Kg atau setara dengan 9,6 ton/hektare.
Lalu, Kelompok Tani Samaenre, Desa Mare, Kecamatan Mare dengan hasil ubinan 5,0 kg atau setara dengan 8,0 ton/hektare. Selanjutnya Poktan Luppereng II, Desa Padatuo, Kecamatan Tonra dengan hasil ubinan 4,8 kg atau setara dengan 7,6 ton/hektare.
Pengamat pertanian, Dr Suardi Bakri menilai bahwa program Mandiri Benih adalah sebuah program yang sangat startegis dalam meningkatkan produksi pertanian berbagai sektor. Termasuk perkebunan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani di Sulsel.
“Mandiri Benih adalah program yang sangat baik dari pak gubernur. Ya, karena ini meningkatkan produksi pertanian secara kualitas dan kuantitas,” ujar Suardi saat dihubungi, Kamis (25/8/2022) di Makassar.
Doktoral pertanian yang saat ini menjabat Dekan Pertanian UIM ini mengatakan, persoalan benih berkualitas adalah prinsip utama dan sangat vital dalam menjaga kuantitas dan kualitas pertanian.
“Pak gubernur kita tahu benar apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan produksi pertanian di Sulsel. Persoalan benih itu yang utama, dan pak gub sudah laksanakan di Sulsel,” jelas Suardi.
Dengan adanya Mandiri Benih ini, lanjut Suardi, maka ke depan penguatan kelembagaan petani harus ditingkatkan.
“Kelompok tani yang terverifikasi faktual harus menjadi sebuah keharusan oleh pemerintah,” ujarnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Update Proyek Infrastruktur Sulsel: Ruas Ujung Lamuru-Palattae Bone Dimulai Setelah 4 Tahun Rusak Parah
-
Sekda Jufri Rahman Soroti Antrean Kendaraan di SPBU: Kenapa Bisa Separah itu
-
Update Proyek Infrastruktur Jalan Sulsel, 300 Km Sudah Tertangani
-
Dorong Sektor Pertanian Tator, Gubernur Sudirman Suntik Rp7 Miliar
-
Pakar Ekonomi Soal Gubernur Sulsel Batal Naikkan Pajak Kendaraan: Langkah Berani