Jumat, 05 Agustus 2022 17:23

Anggaran Baliho Dispar Takalar Telan Ratusan Juta, Laksus: Pemborosan

Muhammad Ansar (kiri)
Muhammad Ansar (kiri)

Ansar sendiri secara pribadi menilai menggelontorkan biaya baliho sampai Rp800 juta bisa mengarah pada pemborosan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dinas Pariwisata Pemkab Takalar menggelontorkan Rp800 juta untuk anggaran pemasangan baliho. Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) menilai ada kesan pemborosan.

"Kalau sekadar baliho untuk promosi wisata saya kira nilainya lumayan besar. Baliho apa yang sampai fantastis begitu? Ada kesan pemborosan," terang Direktur Laksus Muhammad Ansar, Jumat (5/8/2022).

Ansar menjelaskan, penggunaan anggaran negara oleh OPD harus menganut asas efisiensi dan efektivitas. Karenanya, anggaran baliho ini harus dilihat, apakah efektif atau tidak.

Baca Juga

"Kalau efektif ya artinya anggaran tepat sasaran. Tapi kalau tidak berarti ada pemborosan. Pemborosan juga masuk dalam unsur kerugian negara. Nah di sini OPD harus hati-hati," tukas Ansar.

Ansar sendiri secara pribadi menilai, menggelontorkan biaya baliho sampai Rp800 juta bisa mengarah pada pemborosan. Sebab menurutnya, media promosi konvensional seperti itu tak efektif lagi saat ini.

"Baliho konvensional yang manual itu tidak terlalu efektif untuk promosi tempat wisata. Lebih efektif dengan media sosial atau di di dunia maya," ungkap Ansar.

"Kami rasa untuk promosi awal, cukup melalui media online atau media Sosial yang hanya menggunakan anggaran sedikit namun efektif dan efisien, baik dalam menarik peminatnya maupun dalam segi penggunaan keuangan daerah," katanya.

Akan lebih efisien lagi kata Ansar, jika melibatkan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Takalar. Sehingga anggaran tersebut dapat digunakan dengan baik dan terarah sesuai peruntukannya.

Memanfaatkan media sosial atau media pemberitaan, justru dapat meminimalisir pemborosan dan pancatutan untuk meningkatkan elektabilitas serta pencitraan suatu kelompok atau golongan-golongan tertentu. Mengingat baliho yang kini terpasang di sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar hanya terpasang gambar Bupati Takalar saja.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar mengakui ada item anggara baliho senilai Rp826 juta untuk promosi wisata.

"Saya kira anggaran Rp826 juta itu, perlu kita pahami dulu, bahwasanya kegiatan ini untuk bagaimana menarik masyarakat yang di luar Takalar. Bahkan warga yang tinggal di Takalar sendiri itu bisa datang berkunjung untuk menikmati wisata yang ada Kabupaten Takalar,"jelas Zainal Soedarman Kabid Pariwisata Kabupaten Takalar.

Kata Zainal Soedarman, tahun tahun sebelumnya itu, dinas pariwisata hanya mendapatkan pemasukan di angka Rp500 jutaan lebih. Ia mengaku, pendapatan di sektor pariwisata ltidak memenuhi target, lantaran pihaknya terkendala oleh pengadaan alat mpost.

"Kami menagih pajak, baik pajak hiburan, wisatawan dan resto, harus memakai alat, dan alat itu belum kita miliki, sehingga target Rp50 miliar pendapatan di semester pertama kita tidak dapatkan," terangnya.

Alat mpost (money payment online system) tersebut ialah alat yang digunakan menagih pajak secara online yang terhubung langsung dengan KPK dan aplikasi daerah. Dikatakannya, jika memasang alat itu, setiap pajak, seperti pajak makanan 10 persen, dan pajak hiburan 20 persen, itu semua lansung masuk ke aplikasi dan tercatat.

"Alat yang tersedia dan yang terpasang sekarang ini hampir 30, sementara kebutuhan kita itu, data terakhir ada 248 yang harus kami pasangi alat," sebutnya.

Mengenai pembuat baliho yang menelan anggaran ratusan juta rupiah, Zainal Soedarman menjelaskan jika baliho itu akan dipasang di 24 kabupaten kota.

Ia mencontohkan, di Kota Makassar itu akan dipasang sekitar 600 titik baliho, dan pemasangan baliho dibagi dalam 6 tahapan, dan tahap pertama itu akan dipasang 100 baliho.

Sementara untuk kabupaten kota lainnya, seperti mulai dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sampai Kabupaten Pinrang, ada 167 baliho yang akan dipasang di tahap pertama. Total keseluruhan baliho yang akan dipasang di 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan berjumlah 7.548 baliho dengan total kontrak anggaran Rp826.745.000 dari total pagu senilai Rp868.952.000.

"Jadi kita bisa berhitung sendiri, misalnya jumlah baliho 7.548 ukuran 1x4 saja itu bisa kenanya berapa," tanya Kabid Pariwisata.

Ukuran baliho yang akan di pasang ialah, 1x4 sama 2x3 ada dalam bentuk spanduk ada dalam bentuk baliho. Sampai saat ini, sudah ada yang terpasang sekitar kurang lebih 50-an, dan ada di wilayah Takalar.

"Setiap laporan yang masuk, kami meminta laporannya dengan cara memfoto melalui aplikasi open kamera, disitu akan muncul titik koordinat, waktu dan lokasi, jadi setiap pemasangan dan difoto melalui aplikasi open kamera akan terbukti," jelasnya.

Untuk dari Makassar sampai ke Bira Labupaten Bulukumba, kurang lebih 183 titik untuk tahap pertama. Untuk pemasangan baliho/spanduk di tahap pertama di 24 kabupaten kota di sebutkan ada sekitar 1.258 baliho.

"Kota Makassar sampai Pinrang itu 167, kota Makassar sendiri sekitar 100, gerbang Gowa sampai pelabuhan Bira Bulukumba 183, Parepare sampai Belopa 166, Belopa sampai Malili 227, anak Banua Bulukumba 238, Enrekang Toraja Utara 93, Maros Camba 49 dan kota Selayar 35," paparnya.

Desain balihonya sendiri dikatakan akan berganti ganti, seperti di tahap pertama ini, yakni desain balihonya nuansa kuliner, tahap kedua masuk desain wisata pantai, kemudian berikutnya wisata buatan, budaya, alam dan seterusnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Takalar #Baliho #Laksus
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer