Darurat Cacar Monyet, Peneliti Sebut Bisa Lebih Rumit dari Corona
Cacar monyet mungkin tak seekskalatif Covid, tetapi ancaman penyebarannya tak kalah berisiko.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan cacar monyet saat ini sudah masuk darurat kesehatan global. Wabah ini telah menyebar di lebih dari 50 negara. Indonesia patut waspada?
"Pada prinsipnya semua negara patut melakukan langkah antisipasi. Karena penyebaran cacar monyet terbilang cepat. Apalagi setelah berbagai pelonggaran pascapandemi," terang Arif Marzuki Nuh, meneliti kesehatan global, dalam keterangan tertulis, Senin (25/7/2022).
Menurut Arif, cacar monyet mungkin tak seekskalatif Covid, tetapi ancaman penyebarannya tak kalah berisiko. Dibutuhkan upaya pencegahan yang lebih konkret.
"Di banyak negara yang terjangkit mengalami kesulitan penanganan dibanding saat menghadapi Corona. Efeknya lebih rumit," kata Arif.
Sebelumnya Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, cacar monyet telah menjadi wabah dunia.
"Saya memutuskan cacar monyet sebagai public health emergency of international concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian nasional," ungkap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (23/7/2022).
Tedros menyebut keputusan penetapan status PHEIC ini berdasarkan rapat darurat bersama komite WHO. Bulan lalu, kasus cacar monyet berjumlah 3.040 kasus dan tersebar di 47 negara.
"Sejak itu, wabah terus berkembang, dan sekarang ada lebih dari 16.000 kasus yang dilaporkan dari 75 negara dan wilayah, dan lima kematian," katanya.
"Kami memiliki wabah cacar monyet yang telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat, melalui mode penularan baru, yang terlalu sedikit kami pahami, dan yang memenuhi kriteria dalam International Health Regulations," sambung dia.
Tedros menegaskan ada kekhawatiran jelas terkait wabah cacar monyet secara internasional. Menurut WHO, cacar monyet tergolong moderat secara global di semua wilayah, terkecuali di kawasan Eropa yang risikonya dianggap tinggi.
"Meskipun saya mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, untuk saat ini wabah ini terkonsentrasi di antara pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang memiliki banyak pasangan seksual," kata Tedros.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
