BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) Andi Lukman optimistis Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba akan ramai peminat. Ia pun mendorong perubahan sekolah tinggi menjadi institut harus membawanya jadi tak biasa-biasa lagi.
"Selamat dan sukses atas perubahan bentuk ini. Saya yakin ke depan, mahasiswa di sini akan bertambah banyak," katanya saat mewakili Mendikbudristek menyerahkan SK perubahan bentuk STMIK Bina Adinata Bulukumba menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba, Senin (18/7/2022).
Andi Lukman menyebut salah satu yang dapat merasakan perubahan bentuk ini adalah mahasiwa. Sebab selama ini, yang bertanda tangan adalah Ketua STMIK, namun sekarang yang bertanda tangan adalah Rektor Institut Teknologi dan Bisnis.
"Itulah salah satu bedanya. Style Ketua yang akan jadi Rektor harus berubah Pak, beda juga itu," ujarnya dengan nada sedikit bercanda, tapi disambut aplaus.
"Mungkin masyarakat selama ini berpikir tidak mau sekolah di STMIK karena Ketuaji yang tandatangan. Siapa tahu Ketua RW, Ketua RT atau ketua apa saja. Ah sekarang sudah Rektor. Kan tidak ada rektor RW, rektor RT dan lainnya," sambungnya.
Ia meminta agar segera mengagendakan pelantikan Rektor, sehingga institut ini bisa berlari kencang. Sebab LLDIKTI memang mengajak perguruan tinggi untuk berlari cepat dan tak seperti biasa-biasa.
"Yang lain sudah melantik rektornya, kita belum. Jadi kita tunggu secepatnya," pinta Andi Lukman kepada pihak Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba.
Ia juga bilang bahwa perubahan bentuk ini adalah momen bersejarah dan luar biasa. Katanya, banyak Perguruan Tinggi yang mau berubah bentuk, tapi sampai sekarang SK-nya belum keluar dengan persyaratan yang agak ketat.
Pertanyaannya, kenapa pemerintah memberikan adanya kebijakan perubahan bentuk? Menurut Lukman, karena diharapkan adanya pemerataan akses pendidikan, supaya generasi-generasi yang ada di Bulukumba tak perlu lagi ke Makassar dengan disiapkannya banyak pilihan-pilihan prodi.
Seperti katanya lagi, bisnis digital merupakan prodi kekinian yang memang sesuai dengan perkembangan dunia dan teknologi. Mau tidak mau, suka atau tidak, bisnis digital sangat dibutuhkan.
Selain pemerataan, tambah Lukman, juga akan berdampak pada sektor ekonomi. Ia mencontohkan, orang Bulukumba yang melanjutkan pendidikannya di daerah sendiri, tak akan membuang uangnya ke daerah lain.
"Kalau masyarakat ke Makassar, berarti membawa uang ke sana. Misal kita di sini berdagang, tapi uang kita bawa dan dibelanjakan di Makassar karena anak-anak kita sekolah di sana," jelasnya.
Ia mengemukakan bahwa saat ini tantangan sangat besar, sehingga kebijakan dari pemerintah yaitu Kampus Merdeka harus diimplementasikan dengan menguatkan kurikulum.
"Kenapa sekarang 60 SKS, supaya kita bisa lebih terampil. Sebelum kebijakan ini, kita menciptakan orang-orang cerdas, orang-orang pintar, tapi minim keterampilan," ungkapnya.
Menurut Lukman, yang tak kalah penting adalah membangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah, seperti kebutuhan sistem informasi di kantor, menyusun kurikulum bersama, magang mahasiswa 6 bulan dengan 20 SKS supaya lebih terampil. Kemudian KKN sekarang tidak boleh seperti KKN dulu.
"KKN satu bulan, kerjanya cuma cat-cat pagar kantor desa. Hentikan itu!. Mahasiswa jangan seperti itu lagi yah!. Jangan terima kalau KKN seperti itu!. Sekarang boleh KKN tapi tematik," katanya tegas.
Misalkan yang dia inginkan, KKN dengan menyebar ke desa-desa, di mana mahasiswa membantu Pemerintah Desa membuat formulasi sistem informasi yang bagus dan administrasi pelayanan publiknya.
"Contoh Surat Keterangan. Masyarakat tak perlu lagi ke kantor, tinggal di rumah saja, mungkin melalui aplikasi. Jadi, tidak perlu terlalu banyak teori. Yang penting kan keterampilan. Bagaimana membuat sistem yang bagus. Keterampilan ini harus diasah," imbuhnya.
Sejarah Baru
Ketua Dewan Pembina Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba, Muhammad Basir mengaku bersyukur atas perubahan bentuk tersebut. Ia menyebut perubahan bentuk ini, merupakan sejarah baru.
"Ini membanggakan bagi kami. Semua ini bisa tercapai karena kerja kolaborasi teman-teman. Dan tak kalah pentingnya yaitu bimbingan mulai dari dulu namanya Kopertis sampai berubah menjadi LLDIKTI," ujarnya.
Basir mengatakan bahwa begitu ada peluang untuk perubahan bentuk, yang cukup merepotkan adalah borang akreditasi prodi bisnis digital karena belum ada alumni di Sulsel.
"Tapi karena ada pengalaman kami dibimbing, akhirnya administrasi borangnya bisa kami selesaikan dan disetujui oleh Kementerian," katanya.
Sejak berdirinya STMIK Bina Adinata katanya, Pemerintah Daerah sangat menyupport keberadaan sekolah itu. Misalnya, ketika ada persuratan kampus dengan penelitian mahasiswa, bisa cepat dilayani.
Ia menuturkan, rencana pelantikan rektor akan dirangkaikan dengan kuliah perdana.
"Mudah-mudahan ke depan dengan berubahnya bentuk ini, kami bisa berkontribusi untuk daerah dan melahirkan generasi yang handal," kata Basir.
Sementara itu, mahasiswa semester IV Tri Herlinda Sari ikut mengaku bangga dengan perubahan bentuk STMIK menjadi Institut. Ia pun berharap ke depan, sistem pendidikan di Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba dapat lebih maju lagi.
"Selama kuliah di sini terasa nyaman. Pembelajarannya juga bagus. Dosen-dosennya juga bagus," katanya.
Herlinda Sari lebih dalam menyinggung pentingnya generasi muda dalam mempelajari Informasi dan Teknologi. Apalagi di era digitalisasi saat ini.
"Pengetahuan tentang IT itu penting. Zaman kan terus berkembang. Sehingga IT ini sangat dibutuhkan," terangnya.
Sekadar diketahui, perubahan bentuk itu melalui SK Kemendikbudristek Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi dengan Nomor 488/E/O/2022 Tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Adinata di Kabupaten Bulukumba menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata di Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan yang Diselenggarakan Oleh Yayasan Pendidikan dan Profesi Al-Mitra Bulukumba.
Penyerahan SK perubahan bentuk STMIK Bina Adinata Bulukumba menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba juga dihadiri oleh Legislator PKB Fahidin HDK dan sejumlah tamu undangan.
Setelah seremoni penyerahan SK, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman meresmikan salah satu gedung dengan menggunting pita. Setelah itu, ia menandatangani prasasti di depan gedung tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Bulukumba Gemilang di Porprov, Cabor Sepeda Penyumbang Emas Terbanyak
-
31 Kades di Bulukumba Masa Jabatannya Berakhir
-
Ketua KONI Sulsel Tinjau Kesiapan Porprov di Bulukumba
-
IAS Panjatkan Doa di Resepsi Pernikahan Putri Ketua DMI Bulukumba
-
PT PI Kumpulkan Ditributor: Jaga Stabilitas Penyaluran Pupuk Subsidi