Senin, 11 Juli 2022 06:52

Piala AFF U19: Tak Pernah Kalah, Paling Produktif, tapi Indonesia Tersingkir

Shien Tae-yong
Shien Tae-yong

Secara keseluruhan, ini adalah kegagalan ketujuh timnas U19 Indonesia melangkah ke fase gugur Piala AFF U19 dari total 11 partisipasi.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF U-19. Meski membukukan produktivitas tertinggi, dan tak pernah kalah, namun skuad Garuda tetap harus angkat koper karena kalah head to head.

Pelatih timnas U19 Indonesia, Shin Tae-yong mengaku sangat kecewa. Ia menuding Vietnam dan Thailand "main mata" pada matchday terakhir Grup A.

Timnas U19 Indonesia sukses mengalahkan Myanmar dengan skor telak 5-1 pada laga terakhir Grup A, malam tadi. Namun, kemenangan telak atas Myanmar tidak bisa mengantar timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2022.

Baca Juga

Timnas U-19 Indonesia gugur karena laga Grup A lainnya, Vietnam vs Thailand berakhir imbang 1-1. Seusai laga kontra Myanmar, Shin Tae-yong ditanya soal akhir-akhir laga Vietnam-Thailand yang bergulir dengan tempo sangat lambat.

Para pemain kedua kubu mengoper-oper bola di belakang dan bergantian mengalami kram sehingga menjalani perawatan yang memakan waktu.

Pelatih asal Korea Selatan itu menuding Vietnam dan Thailand sengaja bermain imbang 1-1 agar timnas U19 Indonesia tersingkir.

"Harusnya persaingan fair play. Tetapi kenyataannya tidak seperti itu," kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers pasca laga kontra Myanmar.

"Thailand dan Vietnam mungkin takut dengan Indonesia, maka dari itu saya sedikit tersinggung," ujar Shin Tae-yong.

"Artinya, Thailand dan Vietnam merasakan sepak bola Indonesia semakin kuat dan baik. Jadi, hasilnya mungkin dibuat seperti itu (imbang 1-1) oleh Thailand dan Vietnam," ucap Shin Tae-yong.

"Aturan head to head ini sudah hilang dalam regulasi FIFA atau AFC," tutur pelatih berusia 52 tahun itu menambahkan.

"Agak aneh (aturan head to head) masih ada di AFF. Kami tidak lolos ini tidak masuk akal," ujar Shin Tae-yong.

Setelah menyelesaikan lima laga Grup A, koleksi poin timnas U19 Indonesia, Vietnam, dan Thailand, sebenarnya identik. Ketiga tim tersebut meraih 11 poin, hasil dari tiga kemenangan dan dua kali imbang.

Perihal selisih dan agresivitas gol setelah lima laga Grup A, timnas U19 Indonesia juga unggul jauh atas Thailand serta Vietnam.

Namun, timnas U19 Indonesia tetap gugur karena kalah head to head dari Vietnam dan Thailand dalam mini klasemen Grup A.

Timnas U19 Indonesia, Vietnam, dan Thailand, harus bersaing secara head to head dalam mini klasemen Grup A karena perolehan poin ketiganya identik.

Kriteria head to head yang dipakai dalam mini klasemen Piala AFF U19 2022 secara berurutan adalah perolehan poin, selisih gol, dan agresivitas gol.

Perhitungan tiga kriteria itu hanya berasal dari hasil laga antara timnas U19 Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

Dengan demikian, kemenangan telak timnas U19 Indonesia atas Brunei (7-0), Filipina (5-1), dan Myanmar (5-1), tidak dihitung dalam mini klasemen Grup A.

Aturan tersebut tercantum dalam pasal 12.2.4 regulasi Piala AFF U19 2022 bab sistem kompetisi atau turnamen. Dalam mini klasemen Grup A, timnas U19 Indonesia kalah head to head dari Vietnam dan Thailand perihal agresivitas gol.

Timnas U19 Indonesia harus menerima kenyataan pahit itu karena mereka hanya bermain imbang tanpa gol ketika menghadapi Vietnam dan Thailand.

Di sisi lain, Vietnam dan Thailand sukses mencetak gol ketika keduanya bermain imbang 1-1 pada matchday terakhir Grup A.

Satu gol pada laga terakhir Grup A itulah yang mengantar Vietnam dan Thailand lolos ke semifinal Piala AFF U19 2022. Di sisi lain, timnas U19 Indonesia harus tersingkir.

Andai laga Vietnam vs Thailand berakhir imbang 0-0, timnas U19 Indonesia akan lolos ke semifinal Piala AFF U19 2022 dengan status juara Grup A.

Kegagalan Ketujuh Timnas U19

Secara keseluruhan, ini adalah kegagalan ketujuh timnas U19 Indonesia melangkah ke fase gugur Piala AFF U19 dari total 11 partisipasi.

Timnas U19 Indonesia sebelumnya juga pernah mengalami kegagalan serupa pada Piala AFF U19 edisi 2002, 2003, 2005, 2011, 2014, dan 2016.

Bagi Shin Tae-yong, ini adalah kegagalan ketiganya mempersembahkan trofi juara untuk Indonesia.

Sebelumnya, Shin Tae-yong juga gagal mengantar timnas Indonesia senior menjadi juara di Piala AFF 2020. Adapun kegagalan kedua Shin Tae-yong terjadi pada SEA Games 2021 ketika menangani timnas U23 Indonesia.

 

Editor : Muh. Syakir
#Piala AFF U19 #Timnas Indonesia #Shien Tae-yong
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer