Kamis, 30 Juni 2022 10:31

Hadapi Dunia Kerja, 140 Mahasiswa UKI Toraja Ikut Pembekalan Konstruksi

Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja mengikuti pembekalan kompetensi tambahan SDM vokasional perguruan tinggi di Aula Kampus 2 UKI Toraja.
Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja mengikuti pembekalan kompetensi tambahan SDM vokasional perguruan tinggi di Aula Kampus 2 UKI Toraja.

Dengan bekal sertifikat itu nanti, akan memudahkan peserta dalam mencari pekerjaan. Sertifikat merupakan tanda bahwa mereka sudah kompoten.

TATOR, PEDOMANMEDIA - 140 mahasiswa dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja mengikuti pembekalan kompetensi tambahan SDM vokasional perguruan tinggi di Aula Kampus 2 UKIT. Pembekalan digelar mulai Selasa 28 Juni hingga 1 Juli 2022.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Balai Jasa Kontruksi Wilayah VI Makasar. Ini adalah salah satu program vokasional BJK Wilayah VI dalam rangka menyiapkan SDM menghadapi dunia kerja.

"Tujuan pembekalan ini sebagai pembekalan tambahan bagi adik-adik mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Jadi selain punya ijazah mereka juga punya keahlian," terang ketua panitia pembekalan, Andi Sirajuddin, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga

Dijelaskan Sirajuddin, pembekalan ini diprioritaskan bagi mahasiswa semester akhir. Atau mereka yang telah menyelesaikan kuliah maksimal 2 tahun.

Ia menyebutkan, pembekalan vokasional ini adalah bagian dari target Balai Jasa Kontruksi Wilayah VI Makasar dalam mencetak SDM siap pakai. Selain UKI Toraja, kegiatan yang sama juga telah dilaksanakan di kampus lainnya di Kota Palopo dan Tomakaka di Mamuju.

"Kemudian yang bersamaan di buka kemarin ada juga kegiatan di Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Dan itulah sebagian daripada pekerjaan yang harus kami lakukan terkait dengan pembinaan daripada penyedia. Kita berharap bisa mencetak tenaga yang benar benar ahli dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja," jelas Sirajuddin.

Sirajuddin mengatakan, dengan bekal sertifikat itu nanti, akan memudahkan peserta dalam mencari pekerjaan. Sebab sertifikat merupakan bukti bahwa mereka sudah kompoten di bidangnya.

"Dalam pembekalan ini mencangkup beberapa bidang yaitu sertifikasi jalan, K3, dan sebagainya. Dan itulah nanti yang kami berikan sesuai dengan permintaan adik-adik sebagai bukti bahwa mereka sudah kompoten di bidang itu," sebutnya.

Di hari terakhir kegiatan yakni pada 1 Juli 2022, peserta akan menghadapi ujian melalui aplikasi Sibima. Peserta akan menjalani ujian online dan hasil ujian ini nanti menentukan layak tidaknya peserta menerima sertifikat.

Sirajuddin mengatakan kegiatan yang dilakukan ini sejalan dengan UU No 02 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi. Di mana dalam UU itu disyaratkan setiap pekerja konstruksi harus memiliki sertifikat dan kompotensi di bidangnya.

"Karena kalau mereka tidak mempunyai sertifikat paling tidak nanti ke depan itu mereka akan terevakuasi dan ada juga undang undang wajib. Ada juga sanksinya pasal 99 itu mereka nanti ke depanya apabila tidak bersertifikat akan diminta untuk melakukan sertifikasi dulu baru aktif kembali di bidang konstruksinya. Apakah mereka nanti sanksinya pemutusan kontrak bagi penyedia baik kontraktor maupun konsultan ya itulah sanksi yang ada di undang undang itu," tandas Sirajuddin.

Penulis: Habel

Editor : Muh. Syakir
#Balai Jasa Konstruksi Makassar #UKI Toraja
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer