Pilkada Nabire
Kepala Suku "Serang" Bupati Nabire: 10 Tahun Menjabat Rakyat Menderita
Kepala Suku Besar D3N (Dani, Damal, Daya, Yalli, Nayak) Ayub Wonda, angkat bicara terkait keterlibatan Bupati Nabire dalam kampanye itu. Ayub turut mengkritisi kinerja Isaias Douw selama 10 tahun menjabat.
NABIRE, PEDOMANMEDIA - Bupati Nabire Isaias Douw menerima sorotan usai mengampanyekan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nabire nomor urut 01 Yufinia Mote dan Muhammad Darwis (YUDA). Bupati Nabire ikut berkampanye di Distrik Teluk Kimi, Kampung Korwa, Kamis lalu (20/11/2020).
Yufinia Mote diketahui adalah istri dari Isaias Douw. Isaias sendiri telah menjabat Bupati Nabire selama dua periode.
Kepala Suku Besar D3N (Dani, Damal, Daya, Yalli, Nayak) Ayub Wonda, angkat bicara terkait keterlibatan Bupati Nabire dalam kampanye itu. Ayub turut mengkritisi kinerja Isaias Douw selama 10 tahun menjabat.
Ayub menyebut, masyarakat Nabire menderita selama 10 (sepuluh) tahun, di era pemerintahan Isaias.
"Tak ada pembangunan selama 10 (sepuluh) tahun, untuk apa kita dukung orang yang gagal bangun Nabire? Rakyat menderita 10 tahun. Pembangunan yang ada sekarang di Nabire adalah buah hasil karya AP. YOUW, " tegas Ayub Wonda saat konferensi Pers, Senin, (23/11/2020).
Sebagai kepala suku kata Ayub, ia patut mengingatkan warga agar tak salah dalam memilih pemimpin.
"Saya diangkat sebagai Kepala Suku D3N Kabupaten Nabire adalah hasil musyawarah dan legitimasi masyarakat akar rumput bukan asal tunjuk dari pemerintah," ketusnya.
Selain itu, Kepala Suku D3N ini mengatakan, pembina politik tak pantas ikut kampanye dan menyampaikan orasi politik. Sebagai bupati harus netral di Pilkada Nabire.
"Ini tindakan melanggar hukum. Seorang pembina politik tak pantas ikut kampanyekan salah satu paslon," sesalnya.
Ayun pun meminta Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara agar tegas terhadap oknum pembina politik yang ikut terlibat mendukung salah satu paslon. Ia mendorong Bupati Nabire diadili sesuai aturan.
Menurut Ayub, Bupati Nabire yang terlibat langsung di Pilkada melanggar berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri.
"Kemudian, Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2004 tentang pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negesri Sipil," jelasnya.
Hal ini, Lanjut Ayub Wonda, sudah disepakati bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bersama Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Negara, Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Bawaslu RI melakukan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pengawasan Netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020.
"Bagi ASN dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang terbukti terlibat politik praktis terancam sanksi lisan hingga pemecatan," terang dia.
Selain itu, Ayub juga mengungkap soal kepala Kampung dan RT/RW diganti oleh Bupati Nabire hanya semaunya.
"Itu aturan dari mana? Mestinya proses pengangkatan sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 18 tahun 2018 tentang lembaga kemasyarakatan desa dan lembaga adat desa. Namun faktanya, tidak demikian," kesalnya.
"Jadi kami masyarakat D3N siap mendukung paslon yang akan melakukan perubahan," tegasnya.
Ayub juga mengimbau kepada masyarakat D3N apabila ada paslon yang melakukan politik uang, boleh ambil uangnya, tapi jangan pilih orangnya.
"Jelas dan tegas kami sampaikan bahwa kami siap memenangkan paslon nomor urut tiga sebagai Bupati dan wakil Bupati Nabire Fransiscus Xaverius Mote dan Tabroni Bin M Chaya periode 2020-2025," pungkasnya.
Sebelumnya, paslon Bupati dan Wakil Bupati Nabire nomor urut 01 Yufinia Mote dan Muhammad Darwis (YUDA) menggelar deklarasi di Distrik Teluk Kimi, Kampung Korwa, Kamis (20/11/2020).
Pada kesempatan itu, turut hadir Bupati Nabire Isaias Douw. Isaias mengajak semua pihak untuk mendukung dan memenangkan paslon YUDA tersebut.
"Saya mengajak semua masyarakat kita pasti menang. Kita mendukung nomor urut satu," ucap Bupati Nabire dua periode itu.
"Masyarakat Dani, Damal, Daya, Yalli, Nayak (D3N) selama 5 tahun tidak dengar saya. Periode pertama lari, periode kedua lari. Sekarang mendukung mama kah tidak? saya tetap menang," sindir Isaias Douw
Isaias juga mengajak warga mencoblos nomor urut 1 di pilkada tanggal 9 Desember 2020.
"Ingat coblos nomor urut satu sebagai bupati Nabire dan wakil bupati Nabire periode 2020-2025 ," harapnya.(jackson ikomou)
