Dulu Minus Rp2 M, Kini Perseroda Sulsel Selamatkan Aset Ratusan Miliar
Saat ini PT. SCI telah menyelamatkan aset/lahan milik Pemprov Sulsel senilai ratusan miliar rupiah.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Direktur Utama PT SCI (Perseroda Sulsel) Yasir Machmud menegaskan, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan dan penyelamatan aset. Ia menyebut, upaya ini untuk menutupi start Perseroda yang minus Rp2,2 miliar.
Yasir mengemukakan, setelah melakukan kunjungan ke aset PT SCI pihak direksi menemukan kejanggalan atas penguasaan pihak kedua dan pihak ketiga atas lahan tersebut. Hal ini menjadi hipotesis untuk tidak melakukan pembiaran sebagaimana yang dilakukan direksi sebelumnya.
"Beberapa aset pemerintah yang dikelola Perusda tidak mendapat perhatian serius dan meninggalkan masalah berpuluh tahun lamanya. Kini sudah saatnya untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum," ujar Yasir.
Menurutnya, temuan LHP adalah profesional adjustment yang wajib untuk ditindaklanjuti. Pihaknya juga telah melakukan pembenahan kultur kerja, restrukturisasi unit perusahaan, membangun lingkungan kerja yang kondusif, fokus pada tujuan perusahaan, mengembangkan program dan memulai bisnis baru.
“Pantas saja Perseroda Sulsel tidak berkembang, selain tidak memiliki modal perusahaan, aset pun dibiarkan tidak terurus dengan baik dan dikuasai oleh pihak lain. Kami langsung menguasai kembali aset pemerintah dengan menindaklanjuti temuan LHP tersebut, meskipun kami mendapat teror dan tekanan. Akan tetapi kami melangkah untuk menyelamatkan aset daerah,” terang Yasir.
Lebih lanjut, Yasir membeberkan, saat ini PT. SCI telah menyelamatkan aset/lahan milik pemprov Sulsel senilai ratusan miliar rupiah. Di antaranya lahan Gedung Juang 45 senilai Rp55 miliar, 10 ruko di Latanete Plaza senilai Rp50 miliar, menyusul 75 unit ruko senilai Rp375 miliar sementara dipersiapkan, menyusul 9 unit rumah dinas di Paotere sementara dipersiapkan, dan menyusul lahan di Lepping eks pabrik genteng sementara dipersiapkan. Hingga tahun 2022 ini, PT SCI sudah banyak kegiatan dan program yang telah dilaksanakan.
Tahun 2022 ini pihaknya sudah menggelar event kerja sama dengan R2 Indonesia di Lego-Lego saat bulan Ramadhan, menjalin kontrak kerja sama dengan brand nasional seperti Aqua, Gojek, dan Ichitan serta lainnya, yang ke semuanya itu berpotensi mendatangkan pendapatan bagi PT.SCI sebagai upaya kami untuk mendatangkan pendapatan bagi daerah.
PT SCI telah berkembang dengan total ada delapan bisnis yang sudah berjalan dan beberapa diantaranya dalam proses pengembangan. Diantaranya Lego-Lego dengan omzet Rp18 miliar setahun, pengelolaan parkir di beberapa titik, pengelolaan Limbah B3, pengelolaan Hotel GSPH, kerja sama aset dengan PT Pelindo, Mal Latanete plaza, kerja sama dengan PT KAI, dan Distribusi semen selain bisnis yang tengah berjalan tersebut, rencana ke depannya PT SCI akan fokus pada mega proyek yang selama ini telah dirintis dan menunggu pekerjaan tersebut mulai berjalan.
Di antaranya, kata dia, pengelolaan pabrik jagung di pucak Maros, kelanjutan proyek twin tower, proyek tambang eks vale, operator dan kargo Kereta Api tujuan Makassar-Pare, hibah kayu PT Vale, distributor pupuk, dan konstruksi, serta proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata.
“Pada prinsipnya, semua prosedur administrasi dan persyaratan yang menjadi tugas dan tanggung jawab PT SCI sudah diselesaikan sesuai dengan aturan. Saat ini kami menunggu proses lebih lanjut, baik itu dari Pemprov ataupun kementerian terkait dengan mega proyek tersebut,” ucapnya.
Apalagi, tambah Yasir, pihaknya juga menghasilkan omzet miliaran rupiah di tahun berjalan. Meskipun tanpa penyertaan modal mampu berkontribusi terhadap PAD Sulsel.
"Seperti yang kita ketahui bahwa sejak tahun 2010 tidak pernah sekalipun mendapat penyertaan modal berupa dana segar, namun target PAD untuk SCI tercapai di tahun 2020 telah menyetor Rp1 Miliar dan tahun 2021 naik menjadi Rp1,5 Miliar dan target ditahun 2022 kami naikkan hingga 300 persen,” tandasnya.
