JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kesediaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu dengan syarat harus dijadikan calon presiden tak perlu ditanggapi serius.
Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam memandang posisi Cak Imin saat ini dalam kondisi serba sulit.
"Saya kira pernyataan tersebut hanya sebuah gurauan di tengah situasi Cak Imin serba sulit," ujar Saiful dilansir RMOL, Selasa (24/5/2022).
Cak Imin, kata dia, seperti menghibur dirinya karena dalam beberapa hasil survei selalu berada di paling bawah, bahkan terkadang tidak masuk dalam radar.
"Selain itu jika melihat hubungan Cak Imin dengan NU yang akhir-akhir ini dapat dikatakan membuat hubungan yang kurang baik dengan PKB di tahun-tahun politik ke depan," kata Saiful.
Belum lagi tentang kasus korupsi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT) di Papua pada 2011 atau dikenal dengan kasus-kasus kardus durian yang turut serta berdampak pada Cak Imin kembali diungkit.
"Kalau dikalkulasikan secara matang, mungkin Koalisi Indonesia Bersatu begitu saja memberikan tiket capres Cak Imin. Kepadanya begitu saja dari PKB (Golkar), maka mungkin saja memberikan tiket capres Cak Imin," pungkas Saiful .
BERITA TERKAIT
-
Cak Imin Tegaskan PKB Dukung Kepala Daerah Dipilih DPRD
-
Tuding Kepengurusan Cak Imin Tidak Transparan, DPW PKB Sulsel Turut Laporkan Lukman Edy ke Polisi
-
Cak Imin Soroti Revisi UU Penyiaran: Jangan Abaikan Aspirasi Media
-
Cak Imin Kritik Pemerintah Rela Utang Triliunan untuk Beli Alat Perang
-
Cak Imin Ingin Nama Kapten Timnas AMIN Diumumkan 19 Oktober