Kamis, 19 November 2020 11:31

Membandingkan Ekonomi RI di Era Trump dan Biden

Ilustrasi
Ilustrasi

AS memiliki karakter egosentris dalam ekonomi. Pendekatan mereka lebih condong memperjuagkan diri sendiri. Sehingga pergantian kekuasaan tak memengaruhi sistem.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia menaruh harapan besar bisa memetik keuntungan dari pergantian kekuasaan di AS. Di era Donald Trump, ekonomi RI dalam presisi fluktuatif. Lantas bagaimana era Joe Biden nanti.

"Sangat bergantung pada kebijakan luar negeri Biden. Saya rasa tidak akan jauh beda. Karena konsep ekonomi AS itu memang lebih kapitalistik," jelas Shahir Munaf, pengamat ekonomi, Kamis (19/11/2020).

Menurut Shahir, AS tetap akan mengontrol ekonomi dunia. Dan tidak banyak kebijakan yang berpihak pada negara berkembang.

Baca Juga

AS memiliki karakter egosentris dalam ekonomi. Pendekatan mereka kata Shahir lebih condong memperjuagkan diri sendiri. Sehingga pergantian kekuasaan tak memengaruhi sistem.

"Pemerintah harus melepaskan diri dari ketergantungan ekonomi pada barat. Saatnya mandiri," kata Shahir.

Joe Biden mendekati kemenangan di Pilpres AS. Kemenangan Biden atas Donald Trump diperkirakan bakal mengubah wajah ekonomi dunia termasuk Indonesia.

Fakhira Sunanjati, peneliti pasar global mengatakan, akan ada perubahan besar pada konsepsi ekonomi AS jika Biden berkuasa. Biden kemungkinan akan mencoba menancapkan pengaruh di Asia dan negara-negara pendukung AS.

"Biden punya konsep global yang lebih harmonis. Akan ada beberapa program ekonomi yang menyentuh ke negara-negara berkembang," jelas Fakhira.

Akan tetapi konsep dasar AS dalam mempertahankan reputasi sebagai negara adikuasa tak akan berubah di tangan Biden. Ia tetap akan memberi prioritas pada sistem pertahanan dan militer.

Sehingga kata Fakhira, AS akan memberi tekanan dan mengontrol ekonomi dunia lewat pendekatan-pendekatan militeristik. Menurut dia, ekonomi dunia masih akan bergantung pada pasang surut hubungan AS dengan Rusia.

Di sisi lain, Biden akan sedikit berbeda dengan Trump yang anti-China. Biden memungkinkan memulihkan hubungan dengan China yang memburuk dalam 4 tahun terakhir.

"Rekonstruksi hubungan AS-China akan membawa perbaikan pada ekonomi Asia. Indonesia akan merasakan dampak positif terutama untuk pemulihan dunia usaha pascapandemi," terang Fakhira.

Tapi dari sisi investasi, Biden masih tanda tanya. Apakah dia akan memberi prioritas pada investasi industrialisasi di Asia atau tidak. Kata Fakhirah, jika dia melihat kebangkitan ekonomi Asia sebagai sesuatu yang menguntungkan AS maka memungkinkan keran itu ia buka lebar-lebar.

"Tapi itu akan tergambar pada pola kebijakan Biden nanti. Apakah dia punya orientasi pada Asia atau tidak," katanya.

Pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal berpendapat, dunia menantikan Biden mengubah kebijakan ekonomi AS. Di era Trump, AS menunjukkan ego dalam menerapkan program global.

Hal itu ditandai dengan meruncingnya persaingan ekonomi AS dengan China. AS masih berambisi menguasai perdagangan Asia. Tapi China juga kata Sjamsul, menjadi sandungan AS.

"China dianggap oleh Trump sebagai matahari Asia. Trump khawatir monopoli perdagangan China meruntuhkan pengaruh AS di Asia. Ini membuat ekonomi kita menjadi kurang stabil," katanya.

Menurut Sjamsul, Biden diharapkan bisa mengubah situasi itu. Dengan membaiknya hubungan dagang AS dan China, ekonomi akan lebih kuat.

Editor : Muh. Syakir
#Donald Trump #Joe Biden #Ekonomi RI
Berikan Komentar Anda