TATOR, PEDOMANMEDIA -- Sumber konflik di pilkada adalah ketika pemangku kewenangan mulai bersikap tidak netral. Karena pemangku kewenangan memiliki potensi untuk berbuat sesuatu yang dapat memengaruhi dan mengarahkan masyarakat.
"Olehnya pemangku kewenangan yang tidak bersikap netral, jujur dan adil merupakan ancaman bagi pelaksanaan pilkada. Karena itu saya ingatkan personel Polri agar bersikap netral," ujar Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu, saat memimpin apel, Senin (16/11/2020).
Sarly menegaskan, seluruh personel Polres Tana Toraja harus menggunakan kewenangan sesuai dengan tupoksinya. Ia mengingatkan sanksi tegas terhadap personel yang terlibat dalam politik praktis.
"Saya tegaskan kepada anggota, pemangku kewenangan seperti yang dimiliki oleh anggota Polri berpotensi diikuti oleh masyarakat. Untuk itu saya akan tindak tegas siapapun anggota Polres Tana Toraja yang terbukti mendukung paslon tertentu. Ini komitmen netralitas kita selaku anggota Polri," tegas Sarly Sollu.
Lebih lanjut, Sarly menjelaskan, bentuk perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh anggota Polri yang berkaitan dengan netralitas di pilkada sudah sangat jelas. Ada dua poin penting katanya.
1. Perbuatan memihak paslon tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Perbuatan konspirasi mendukung paslon tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Selain penekanan netralitas, Sarly juga meneruskan maklumat Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, terkait pendisiplinan masyarakat pada protokoler kesehatan. Ia mengatakan, Corona belum berakhir. Protkes masih harus diberlakukan secara ketat.
"Kerumunan warga yang mengabaikan protokoler kesehatan telah menciptakan cluster cluster baru. Akibatnya terjadi peningkatan jumlah penderita Covid secara nasional. Warga mulai abai mematuhi 4M, berdasarkan hal ini, diperintahkan kepada seluruh personel Polri di mana pun berada agar memperketat imbauan keselamatan protokoler kesehatan," kata Sarly.
Perlu diketahui, arahan dan perintah untuk memperketat imbauan keselamatan dan pendisiplinan masyarakat ini dikatakan oleh Kapolri saat peringatan Dirgahayu Korps Brimob ke 75 tanggal 14 November 2020.
Menindak lanjuti perintah dari Kapolri, Kapolres Tana Toraja memerintahkan kepada personil Polres Tana Toraja yang terlibat Ops Yustisi Pendisiplinan Masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas imbauan protokoler kesehatan.
"Datangi warga berkerumun yang abai protokoler kesehatan khususnya penggunaan masker, himbau dan ingatkan warga kita, kalau perlu bagikan masker kepada mereka. Jangan biarkan mereka abai, ingatkan terus dan terus, itu sudah menjadi amanah bagi kita," kata Sarly.
Terakhir, Sarly Sollu menggugah peserta apel pagi untuk cinta pada kebersihan. Melakukan kerja kerja cerdas dan tuntas.
Ia juga mengingatkan soal pelayanan yang terbaik. Sarly meminta agar personel mempermudah urusan warga demi mewujudkan Toraja Bermasyarakat.
BERITA TERKAIT
-
KPU: Zadrak-Erianto Pemenang Pilkada Tana Toraja 2024
-
PILKADA TATOR: Ratusan Pegawai dan Warga Binaan Mencoblos di TPS Khusus Rutan Makale
-
Bawaslu Tator Sosialisasi Netralitas ASN, Ini Pelanggaran Besar yang Dibahas
-
Dapat Nomor Urut 2, VISI: Simbol Kemenangan
-
Pengundian Nomor Urut Pilkada Tator, Paslon Zatria Dapat 1 VISI 2