Pilkada Tator
Usai Video "Suara Warga Dibarter" Beredar, Bawaslu Didesak Periksa Nico
Video itu jelas mengandung intimidasi terhadap warga. Karena ada upaya membarter bantuan pangan dengan suara warga di pilkada
TATOR, PEDOMANMEDIA - Forum Mahasiswa Toraja (Format) mendesak Bawaslu Tana Toraja segera memeriksa Nicodemus Biringkanae usai beredarnya video intimidasi terhadap warga penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Format menilai, Nico perlu diperiksa karena video itu cukup meresahkan.
"Kami mendesak Bawaslu segera menindaklanjuti dugaan pelenggaran pilkada tersebut. Para pelaku yang ada kaitannya dengan rekaman video yang tersebar di media sosial itu harus diperiksa. Selain petahana (Nico) juga kadis sosial karena dia juga terkait," ujar Heriadi, Ketua Format kepada PEDOMANMEDIA, Minggu (15/11/2020).
Menurut Heriadi, video itu jelas mengandung intimidasi terhadap warga. Karena ada upaya membarter bantuan pangan dengan suara warga di pilkada.
"Dan ada nada ancaman di situ. Kalau tidak memilih paslon 02 maka bantuan tidak diberikan. Ini sangat berbahaya. Suara warga berupaya dibarter dengan bantuan. Ini jelas intimidasi," tandas Heriadi.
Karenanya Bawaslu harus memeriksa Nico dan kadis sosial. Kadis sosial kata Heriadi, juga turut bertanggung jawab sebab dinsos adalah leading sektornya.
"Kami minta Bawaslu tak main-main.Proses seluruh laporan-laporan masyarakat yang sudah masuk. Tidak boleh ada kompromi demi menyelamatkan sistem demokrasi kita," ucapnya.
Heriadi juga menilai Bawaslu terkesan mengulur-ulur proses pelanggaran pilkada. Terutama yang melibatkan kubu petahana. Banyak laporan pelanggaran seperti keterlibatan ASN dalam kampanye belum ditindak secara hukum.
"Jadi wajar kalau kami meragukan Bawaslu. Peran Bawaslu kan jelas. Dalam pelaksanaan pilkada adalah melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran sebagaimana yang diamanatkan dalam dalam UU nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Tapi sampai hari ini kami melihat peran Bawaslu dalam pengawasan, penindakan pelanggaran dan kecurangan dalam pilkada di Tator dan Torut masih sangat tumpul dan tak bertaring," ketus Heriadi.
Jika seperti ini terus kata Heriadi, taruhannya adalah kualitas demokrasi kita. Ini akan meruntuhkan bangunan integritas bangsa dan daerah Toraja.
Sebelumnya sebuah video beredar luas di beberapa platform sosial media. Video berdurasi 2 menit 7 detik itu memperlihatkan seorang warga diarahkan memilih salah satu pasangan calon di Pilkada Tator dengan iming-iming bantuan sosial.
Dalam video itu tampak pemilik atau penyalur e-warung melayani seorang warga yang akan mengambil haknya berupa bansos tunai dari Kementerian Sosial menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Belakangan diketahui pemilik e-warung akrab disapa mama Pikka, beralamat di Lembang Pemanukan, Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil).
Mama Pikka dalam video itu tampak menjelaskan bahwa bantuan ini bisa diserahkan jika memilih pasangan nomor urut 02. Diketahui nomor urut 02 adalah pasangan petahana Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nivi).
Dalam video itu juga Mama Pikka menyampaikan pesan Kadis Sosial Marianus Batara yang tak lain adik kandung Cawabup Victor Datuan Batara disebut.
"Ada pesan dari kantor dinas yang menerima bantuan ini yang pilih nomor 02. Ini yang urus te bantuanmi (bantuan) to napeta'da (naminta) adinna (adiknya) pak Victor," kata mama Pikka.
"Yang menerima bantuan akan diperiksa. Yammi (kalau kamu) setuju nomor 02 tanda tangani, kalau tidak mipahammo rokko to (kamu pahammi selanjutnya itu)," lanjutnya.
Korban yang mendapat intimidasi dari pemilik warung, hanya mengiyakan kemudian menandatangani daftar penerima bantuan dengan terpaksa.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
