Jusrianto : Minggu, 15 November 2020 10:14
Vaksin Covid-19

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Dua hari terakhir kasus positif Covid-19 menembus angka 5.000-an kasus. Hal itu disebabkan adanya libur panjang beberapa waktu lalu.

Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisastmito mengatakan, saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa waktu lalu mengakibatkan keterlambatan pelaporan sampel. Keterlambatan pelaporan itu menyisakan sejumlah kasus menumpuk dan dilaporkan pada dua hari terakhir ini.

"Bahwa selama libur panjang terlihat bahwa jumlah kasus menurun, begitu juga laporan tentang pemeriksaan kasus sampel juga menurun dan rupanya perlu waktu lebih dari 1.000 untuk pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dan akhirnya masuk dalam pencatatan. Sehingga terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan pada 2 hari terakhir ini," kata Wiku dilansir dari detik.com.

Wiku berharap bahwa keterlambatan pencatatan kasus saat libur panjang lalu segera dapat diselesaikan. Penambahan kasus yang belum masuk catatan data Satgas, nantinya akan dicatat dalam data yang akan disampaikan berikutnya.

"Mari kita terus amati apa yang akan terjadi ke depan. Kami berharap bahwa keterlambatan pencatatan tersebut sudah selesai, apabila belum maka nanti akan terikat dari data-data selanjutnya," ujar Wiku.

 Wiku juga meminta agar masyarakat tetap waspada dengan segala aktivitas yang tak menerapkan protokol kesehatan. Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, maka pandemi Covid-19 di Tanah Air dapat dikendalikan.

"Kita harus tetap waspada dengan segala aktivitas yang ada, tetap di situ pada protokol kesehatan agar seluruh kasusnya terkendali dan tidak terjadi loncatan-loncatan yang ekstrem seperti yang kita lihat selama ini," katanya.

Seperti diketahui, dalam dua hari beruntun kasus baru Covid-19 di Indonesia menembus angka lebih dari 5 ribu kasus per hari. Bahkan angka tersebut sekaligus menjadi catatan rekor tertinggi kasus baru Corona dalam sehari.

Pada Jum'at (13/11) lalu, kasus positif bertambah 5.444 kasus dan penambahan ini sekaligus menjadi rekor baru tambahan kasus sejak Covid-19 pertama kali diumumkan oleh pemerintah. Tambahan kasus itu dihasilkan dari 42.333 spesimen yang diperiksa pemerintah saat ini.

Sedangkan pada Sabtu (14/11), kasus positif bertambah 5.272 kasus baru. Sehingga total kasus konfirmasi positif menjadi 463.007 kasus.