Muh. Syakir : Kamis, 17 Maret 2022 07:53
Khofifah Indar Parawansa

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Khofifah Indar Parawansa menembus lima besar hasil survei elektabilitas calon presiden untuk wilayah Jawa Timur versi Charya Politika. Khofifah melejit meninggalkan Puan Maharani dan Mahfud MD.

Khofifah leading dengan perolehan 13,1 persen di bawah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Sementara Puan Maharani hanya meraup 4%. Survei Puan masih berkutak di angka 3 dan 4%. Tidak ada kenaikan berarti sejak April 2021.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih menempati survei elektabilitas tertinggi yakni 24,9%. Disusul Prabowo di posisi dua dengan 16,4%.

"Untuk simulasi elektabilitas calon presiden di Jawa Timur, Ganjar Pranowo masih unggul (24,9 persen) dibandingkan nama lain seperti Prabowo Subianto (16,4 persen) dan Anies Baswedan (15,1 persen)," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam hasil survei yang diumumkan pada Selasa (16/3/2022).

Nama besar Khofifah di Jawa Timur tak hanya tercermin dari elektabilitasnya untuk Pilpres 2024. Dalam survei yang sama, elektabilitas PKB secara nasional ada di peringkat 2 di Jawa Timur (25 persen), bersaing dengan PDI-P di posisi pertama (28,5 persen).

"Dalam simulasi calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga unggul jauh (41,7 persen) dibandingkan nama-nama lainnya," kata Yunarto.

Hanya Menteri Sosial Tri Rismaharini yang elektabilitasnya sebagai calon gubernur Jawa Timur mampu menyaingi Khofifah (14,9 persen).

Nama-nama lain seperti Emil Dardak dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul bahkan elektabilitasnya sebagai calon gubernur tak sampai 10 persen.

"Tingkat kepuasan masyarakat (Jawa Timur) terhadap pemerintah provinsi juga tergolong tinggi, bahkan berada di atas 85 persen," ujar Yunarto.

Charta Politika menyebut bahwa survei preferensi sosial dan politik masyarakat Jawa Timur ini dilakukan pada 3-9 Februari 2022 melalui wawancara tatap muka.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah sampel di Jawa Timur sebanyak 1.210 responden, dengan margin of error sekitar 2,82 persen.