Rabu, 16 Maret 2022 16:23

Kemenag Usul Biaya Haji Rp42 Juta, Samsu Niang: Masih Mahal

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Samsu Niang berharap besaran biaya haji paling tidak sama dengan tahun sebelumnya.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Agama mengusulkan tarif baru biaya haji tahun 2022 sebesar Rp42 juta. DPR RI menilai angka ini masih terlalu tinggi.

"Ini masih terlalu tinggi. Rp42 juta itu sangat memberatkan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih labil seperti sekarang nilai itu kemahalan," terang anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Samsu Niang dalam rapat kerja bersama Kemenag, Rabu (16/3/2022).

Dalam rapat ini Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengusulkan biaya haji turun menjadi Rp42 juta dari semula yang diusul Rp45 juta. Ia menyebut angka ini telah memperhitungkan semua kondisi.

Baca Juga

"Kami siapkan alternatif usulan BPIH 2022 dengan asumsi tidak ada prokes. Dengan ringkasan total BPIH per jemaah adalah untuk 2020 adalah Rp 69 juta, maka untuk 2022 sekitar Rp 83 juta. Dan untuk BPIH dibayarkan jemaah Rp 45 juta menjadi Rp 42 juta," kata Hilman.

Hilman mengatakan Kemenag belum mendapat kepastian jumlah kuota haji bagi WNI dari Pemerintah Arab Saudi. Meski begitu, dia menyebut pihaknya optimis WNI mendapat kuota haji pada tahun ini walaupun jumlahnya terbatas.

"Sampai saat ini kepastian ada atau tidaknya ibadah haji pada 2022 belum dapat diperoleh. Meskipun demikian, jika lihat perkembangan ini, kami optimis pada 2022 pemerintah Saudi akan selenggarakan ibadah haji walaupun dengan kuota terbatas," ujarnya.

Hilman menyebut optimisme itu lantaran Pemerintah Arab Saudi telah menghapuskan sejumlah aturan protokol kesehatan (prokes), seperti tes swab PCR dan karantina.

"Optimisme adanya haji tahun ini dengan mengundang negara lain semakin kuat. Ada beberapa indikasi, dicabutnya aturan prokes, ketentuan social distancing di masjid dengan syaratkan masker di lokasi aktivitas, tidak disyaratkan penggunaan masker di kondisi terbuka, tidak disyaratkan hasil tes PCR, karantina," katanya.

Kembali ke Samsu Niang, dia berharap besaran biaya haji paling tidak sama dengan tahun sebelumnya.

"Saya harapkan minimal sama dengan periode lalu," katanya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra Subarna menilai usulan ongkos haji oleh Kemenag sebesar Rp 42 juta masih tinggi dibanding ongkos haji pada periode sebelumnya. Dia meminta Kemenag kembali menyisir komponen biaya haji agar angka tersebut bisa ditekan.

"Kita berkewajiban tekan biaya haji seefesien mungkin. Ini jomplang sekali antara 2020 dengan 2022, hampir Rp 7 juta lebih," kata Subarna.

Editor : Muh. Syakir
#Ibadah Haji 2022 #Samsu Niang #Kemenag
Berikan Komentar Anda