WASHINGTON DC, PEDOMANMEDIA - Amerika Serikat menuding Rusia telah merekrut tentara bayaran dari Suriah untuk melancarkan serangan darat. Para tentara Suriah ini adalah militer yang berpengalaman dalam perang kota.
Seperti dilansir BBC, Senin (7/3/2022), informasi tersebut diungkapkan oleh sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebut namanya, kepada media terkemuka Wall Street Journal (WSJ).
Namun para pejabat intelijen itu menolak untuk mengungkapkan kepada WSJ soal berapa banyak petempur dari Suriah yang setuju bergabung dengan pasukan Rusia dalam pertempuran di Ukraina.
Hanya disebutkan bahwa para pejabat AS bahwa beberapa petempur dari Suriah telah melakukan perjalanan ke Rusia dan tengah bersiap untuk dikerahkan ke Ukraina.
Perekrutan oleh Rusia itu dilaporkan oleh sejumlah media lokal Suriah. Salah satunya media lokal di Deir Ezzor yang menyebut bahwa Rusia menawarkan gaji sebesar US$ 200 - 300 (sekitar Rp 2,8 juta hingga Rp 4,3 juta) bagi para sukarelawan dari Suriah 'untuk pergi ke Ukraina dan beroperasi sebagai penjaga' selama enam bulan dalam sekali waktu.
Para pejabat Rusia, menurut WSJ, disebut meyakini pengerahan para petempur asal Suriah yang berpengalaman dan keahlian dalam pertempuran perkotaan selama satu dekade terakhir dalam konflik sipil Suriah, akan menambah kekuatan dalam upaya Rusia merebut kota-kota penting di Ukraina, termasuk ibu kota Kiev.
Diketahui bahwa Rusia telah mengerahkan pasukan militernya ke wilayah Suriah sejak tahun 2015, untuk membantu rezim pemerintah Suriah melawan pasukan oposisi dan kelompok pemberontak dalam konflik yang pecah sejak tahun 2011.
"Langkah itu menunjukkan potensi eskalasi pertempuran di Ukraina," sebut WSJ dalam laporannya yang mengutip empat sumber pejabat AS tersebut, seperti dilansir Hindustan Times.
"Para pejabat menolak untuk menjelaskan apa lagi yang diketahui soal pengerahan para petempur Suriah ke Ukraina, status maupun skala tepat dari upaya itu," imbuh laporan WSJ tersebut.
Sementara itu, laporan terpisah menyebut para veteran militer Israel telah muncul untuk membantu Ukraina melawan pasukan Rusia.
BERITA TERKAIT
-
Bantu Ukraina, AS Pasok Bom Cluster yang Dilarang di 120 Negara
-
Rusia Terbitkan UU Baru: Tolak Wajib Militer akan Jadi Buronan, Aset-aset Disita
-
Putin Ajak Presiden Kuba Perangi AS: Itu Musuh Bersama
-
Lagi AS Beri Bantuan Militer ke Ukraina, Nilainya Rp44 Triliun
-
Ukraina Bantah Terlibat Bom Mobil yang Tewaskan Pakar Propaganda Rusia