Sabtu, 05 Maret 2022 22:07

Banyak Area Parkir di Makassar Dikuasai Preman, Perumda Tutup Mata

Jukir-jukir liar banyak menguasai titik parkir di Makassar. (ilustrasi)
Jukir-jukir liar banyak menguasai titik parkir di Makassar. (ilustrasi)

Penyebabnya karena itu tadi. Pembiaran. Pola pengelolaan parkir sangat buruk. Perumda banyak kehilangan pundi-pundi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - DPRD Makassar menyoroti banyaknya titik parkir di Makassar yang di bawah kendali kelompok-kelompok preman. Akibatnya, Perumda Parkir banyak kehilangan pundi-pundi.

"Ini meresahkan dan tidak pernah bisa dituntaskan sejak dulu. Titik titik parkir justru banyak dinikmati kelompok-kelompok preman," ujar Wakil Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim, Sabtu (5/3/2022).

Menurut Hadi, akar masalahnya adalah pembiaran. Perumda Parkir tak punya ketegasan. Praktik parkir liar kata Hadi, sudah berlangsung lama dan itu diketahui Perumda. Tapi Perumda tidak mampu bersikap.

Baca Juga

“Saya tidak tahu apa masalahnya. Apakah takut? Karena itu preman? Kalau takut ini aneh. Masa negara kalah sama preman. Ini hampir di mana-mana terjadi,” kata Andi Hadi.

Andi Hadi juga menilai juru parkir banyak yang tak kompeten. Mereka tak memberlakukan SOP perparkiran di semua area.

"Coba kita lihat juru parkir rata rata tak memberikan karcis. Tapi mereka pungut retribusi kepada pemarkir. Kalau begitu retribusinya ke mana? Pasti kan lebih banyak masuk ke kantong pribadi," jelasnya.

Alhasil, banyak tempat-tempat yang semestinya memiliki potensi parkir tinggi malah memberikan kontribusi rendah. Karena potensi itu masuk ke kantong oknum.

“Potensi penghasilan di Kota Makassar kami menghitung-hitung itu sebenarnya besar sekali, cuma memang ini mafia-mafia banyak,” akunya.

Hadi mengatakan, penyebabnya karena itu tadi. Pembiaran. Pola pengelolaan parkir sangat buruk.

Makanya, pihaknya meminta adanya ketegasan dari pihak pengelola. Apalagi, fenomena semacam ini telah terjadi di banyak kota besar dan bukan cuman di Makassar saja.

Banyak juru parkir, tambah dia, juga enggan mengenakan ID atau seragam sebagai penanda, membuatnya sulit dibedakan. Padahal, hal ini merupakan SOP standar dari Perumda Parkir dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

“Juru parkir ini harusnya punya kredibilitas, kejujuran dan dia adalah orang yang tegas dalam menegakkan aturan yang berlaku, ini kan banyak,” pungkasnya.

Penulis: Sakti Raja

Editor : Muh. Syakir
#DPRD Makassar #DPRD Kota Makassar #Perumda Parkir Makassar
Berikan Komentar Anda